Artikel Ilmiah : I1B021010 a.n. RISYDA KAMILA

Kembali Update Delete

NIMI1B021010
NamamhsRISYDA KAMILA
Judul ArtikelHubungan Aktivitas fisik dengan tekanan darah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Aktivitas fisik yang kurang merupakan salah satu faktor yang banyak berkontribusi dalam menyebabkan hipertensi pada remaja. Aktivitas fisik yang disarankan untuk remaja yaitu melakukan senam aerobik sedang hingga berat selama 60 menit dalam sehari, aerobik intensitas tinggi, serta aktivitas yang memperkuat otot 3 kali dalam seminggu. Seiring berjalannya waktu, kejadian hipertensi meningkat pada remaja yaitu sekitar 8% dan 12,2% kejadian hipertensi dan prehipertensi pada remaja di Indonesia.
Metode : Penelitian kuantitatif deskriptif analitik kolerasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 285 partisipan, dan menggunakan pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan Physical Activity Quality for Adolescents (PAQ-A) yang diisi menggunakan google form dan pada proses pengambilan data dipantau langsung oleh peneliti, serta pengolahan data diolah menggunakan median dan minimum-maksimum, menggunakan frekuensi dan presentase untuk data aktivitas fisik, dan hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah akan dianalisa secara bivariat dengan uji Somer,s D.
Hasil Penelitian : Rata rata partisipan berumur 16 tahun dengan yang termuda 14 tahun dan yang tertua 19 tahun. Mayoritas partisipan berjenis kelamin perempuan (58,6%). Mayoritas partisipan tidak tahu riwayat keluarga hipertensi (80,4). Mayoritas partisipan tidak memiliki riwayat merokok (94,4%). Mayoritas partisipan memiliki indeks massa tubuh normal (53,3%).
Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah dengan p value = 0,021 (p<0,05) dengan nilai r positif 104.
Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Remaja
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Lack of physical activity is one of the factors that contribute to hypertension in adolescents. Recommended physical activity for adolescents is doing moderate to vigorous aerobic exercise for 60 minutes a day, high intensity aerobics, and muscle strengthening activities 3 times a week. Over time, the incidence of hypertension has increased in adolescents, which is around 8% and 12.2% of hypertension and prehypertension in adolescents in Indonesia.
Method: Quantitative descriptive analytical correlational research with a cross-sectional approach involving 285 participants, and using sampling with a stratified random sampling technique. Data were obtained using the Physical Activity Quality for Adolescents (PAQ-A) which was filled in using a google form and the data collection process was monitored directly by researchers, and data processing was processed using the median and minimum-maximum, using frequency and percentage for physical activity data, and the relationship between physical activity and blood pressure will be analyzed bivariately with the Somer, s D test.
Research Results: The average age of participants was 16 years with the youngest being 14 years old and the oldest being 19 years old. The majority of participants were female (58.6%). The majority of participants did not know their family history of hypertension (80.4). The majority of participants did not have a history of smoking (94.4%). The majority of participants had a normal body mass index (53.3%).
Conclusion: There is a significant relationship between physical activity and blood pressure with a p value = 0.021 (p <0.05) with a positive r value of 104.
Keywords: Physical Activity, Blood Pressure, Adolescents
Kata kunciAktivitas Fisik, Tekanan Darah, Remaja Keterangan:
Pembimbing 1Hikmi Muharromah P., S.Kep., Ns.,M.S
Pembimbing 2 Made Sumarwati, S.Kp., MN
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman2
Tgl. Entri2025-02-27 15:51:49.12845
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.