Artikel Ilmiah : G1A019051 a.n. KHANSA SAB'INA AULIA
| NIM | G1A019051 |
|---|---|
| Namamhs | KHANSA SAB'INA AULIA |
| Judul Artikel | Hubungan Penemuan Soil Transmitted Helminths (STH) di Tanah dengan Infeksi STH pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Ciberem, Kecamatan Sumbang, Kabupaken Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah di dunia terutama pada daerah tropis dengan sanitasi yang buruk dengan infeksi STH terbanyak ditemukan pada anak usia 1-12 tahun. STH memerlukan tanah untuk pematangan telurnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penemuan STH di tanah dengan infeksi STH pada anak. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Populasi yang diambil adalah anak usia SD di Desa Ciberem, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan jumlah sampel sebanyak 43 sampel feses serta 86 sampel tanah. Kriteria pengambilan sampel yaitu responden yang memiliki halaman berupa tanah dan pengambilan sampel tanah dilakukan pada 2 tempat yang berbeda setiap subjek. Pemeriksaan sampel baik tanah maupun feses menggunakan pemeriksaan laboratorium metode apung. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher Exact untuk mencari hubungan antara variabel penelitian serta faktor risiko infeksi STH diantaranya jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan orang tua, sumber air, tempat defekasi, dan perilaku/kebiasaan. Hasil pemeriksaan laboratorium tidak menemukan adanya telur STH pada sampel tanah. Hasil pada penelitian ini adalah 3 responden atau sebanyak 7% positif STH yang semuanya merupakan infeksi Trichuris trichiura. Faktor resiko infeksi STH yang bermakna adalah perilaku memotong kuku seminggu sekali (p=<0,001). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Soil Transmitted Helminths (STH) infections still a problem around the world, especially in tropical areas with poor sanitation, with the most STH infections found in children aged 1-12 years. STH requires soil for egg maturation. The purpose of this study was to determine the relationship between the discovery of STH in the soil and STH infection in children. This study used a cross-sectional method. The population taken was elementary school children in Ciberem Village, Sumbang District, Banyumas Regency by taking 43 feces samples and 86 soil samples. The sampling criteria were respondents who had a yard in the form of soil and soil sampling was carried out in 2 different places for each subject. Examination of both soil and feces samples used a laboratory examination using the floatation method. Bivariate analysis used Fisher Exact test to find the relationship between research variables and risk factors for STH infection including gender, age, parental education level, water source, place of defecation, and behavior/habits. The results of the laboratory examination did not find any STH eggs in the soil samples. The results of this study were 3 respondents or 7% positive for STH, all of which were Trichuris trichiura infections. A significant risk factor for STH infection is the behavior of cutting nails once a week (p=<0.001). |
| Kata kunci | Anak usia sekolah dasar, Kecacingan, Soil Transmitted Helminths (STH) |
| Pembimbing 1 | dr. Lieza Dwinasari Susiawan, M.Kes |
| Pembimbing 2 | dr. Rizma Haidif Firinda, M.Biomed |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2025-02-26 11:10:31.970875 |