Artikel Ilmiah : F1D021073 a.n. ELYZA SOFIA NANDA PERTIWI

Kembali Update Delete

NIMF1D021073
NamamhsELYZA SOFIA NANDA PERTIWI
Judul ArtikelRelasi Kuasa Antara Dinas Sosial Dan Dinas Kesehatan Pada Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antar instansi yang
bertanggung jawab dalam implementasi program KIS, dalam hal ini Dinas Kesehatan
dan Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Relasi kuasa di antara kedua instansi
tersebut menjadi fokus dalam kajian ini. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang
didasari oleh paradigma non-positivisme serta perspektif institusionalisme.
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan
studi dokumen. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik
triangulasi sumber. Analisi data penelitian menggunakan analisis model interaktif dari
Miles dan Huberman, yang komponenya mencakup reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi atau penarikan kesimpulan yang dilakukan dalam suatu siklus. Berdasarkan
hasil penelitian, ditemukan bahwa Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial memiliki peran
yang berbeda tetapi saling terkait. Dinas Kesehatan bertanggung jawab dalam
penyediaan layanan kesehatan, sedangkan Dinas Sosial berperan dalam proses
pendataan dan verifikasi penerima manfaat KIS. Relasi kuasa antara kedua instansi
ini berjalan secara intensif dan harmonis, di mana Dinas Kesehatan menetapkan
peserta program berdasarkan rekomendasi dari Dinas Sosial. Kolaborasi ini
memastikan bahwa penerima KIS benar-benar berasal dari kelompok masyarakat
yang berhak sesuai ketentuan program. Namun, tantangan tetap ada, seperti
keterbatasan anggaran yang membatasi jumlah penerima manfaat dan potensi konflik
dalam proses penetapan peserta KIS. Meski demikian, sinergi yang baik antara kedua
instansi berhasil meminimalisir kendala tersebut, sehingga implementasi Program KIS
di Kabupaten Banyumas dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi
masyarakat miskin dalam memperoleh pelayanan kesehatan gratis. Dengan
demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Program KIS sangat
bergantung pada koordinasi dan relasi kuasa yang seimbang antara Dinas Sosial dan
Dinas Kesehatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to explore the dynamics of interaction between the agencies responsible for
implementing the KIS program, namely the Health Office and the Social Affairs Office of
Banyumas Regency. The power relations between these two agencies are the primary focus of
this study. The researcher employs a qualitative method based on the non-positivist paradigm
and an institutionalist perspective.
Data collection is conducted through three methods: interviews, observations, and document
studies. To ensure data validity, this research applies source triangulation techniques. The data
analysis follows the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data
reduction, data presentation, and verification or conclusion drawing, carried out in a continuous
cycle.
The study finds that the Health Office and the Social Affairs Office have distinct yet
interconnected roles. The Health Office is responsible for providing healthcare services, while
the Social Affairs Office plays a role in the data collection and verification of KIS beneficiaries.
The power relations between these agencies are intensive and harmonious, with the Health
Office determining program participants based on recommendations from the Social Affairs
Office. This collaboration ensures that KIS recipients truly come from eligible groups
according to program regulations.
However, challenges persist, such as budget constraints that limit the number of beneficiaries
and potential conflicts in the participant selection process. Nevertheless, strong synergy
between the two agencies helps mitigate these obstacles, ensuring that the implementation of
the KIS Program in Banyumas Regency runs effectively and positively impacts
underprivileged communities in accessing free healthcare services.
Thus, this study emphasizes that the success of the KIS Program heavily depends on
coordination and a balanced power relationship between the Social Affairs Office and the
Health Office.
Kata kunci Relasi sosial, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Program KIS
Pembimbing 1Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP.,MA.
Pembimbing 2Luthfi Makhasin, MA,PhD.
Pembimbing 3Khairurrizqo, S.IP.,M.IP.
Tahun2025
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2025-02-11 14:42:44.247132
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.