Artikel Ilmiah : E1A018058 a.n. WAHYU TRIWIYOGO

Kembali Update Delete

NIME1A018058
NamamhsWAHYU TRIWIYOGO
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS TERHADAP UNSUR WANPRESTASI DALAM
PERJANJIAN JUAL BELI JAGUNG PIPIL BERDASARKAN PUTUSAN
NOMOR 3/PDT.G/2023/PN JKT.PST
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perjanjian jual beli antara Penggugat
dan Tergugat yang dimana Tergugat hanya memenuhi sebagian dari prestasinya, Penggugat pun
memberikan somasi kepada Tergugat namun Tergugat mengabaikannya, kemudian Majelis
Hakim menjatuhi putusan wanprestasi kepada Tergugat berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata
yang mana hakim tidak mempertimbangkan pPasal 1238 KUHPerdata terkait adanya somasi
dalam menjatuhkan putusannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pertimbangan hakim terhadap unsur wanprestasi dalam perjanjian jual beli jagung pipil
berdasarkan putusan nomor 3/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst. dan untuk mengetahui akibat hukumnya.
Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian
preskriptif. Jenis dan sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data
sekunder yaitu bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode pengumpulan data
studi kepustakaan.dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertama,
Majelis Hakim telah menyatakan Tergugat terbukti sah dan benar melakukan Wanprestasi
kepada Penggugat berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata, tetapi tidak menjelaskan mengenai
unsur wanprestasinya. Menurut Penulis setidaknya terdapat tiga unsur wanprestasi yang telah
terpenuhi dalam kasus ini yaitu: adanya perjanjian(jual beli jagung pipil); debitur tidak
berprestasi (karena tidak menyerahkan sebagian dari prestasi yakni 502,04 ton jagung pipil);
dan telah dinyatakan lalai (somasi Penggugat), namun tetap tidak melaksanakan isi perjanjian.
Adapun mengenai unsur salah, Majelis Hakim dalam pertimbangannya hanya melihat subtansi
ganti kerugian akibat dari tidak terpenuhinya prestasi dan tidak mempertimbangkan Pasal 1238
KUHPerdata mengenai adanya somasi. Kedua, karena kelalaiannya dalam memenuhi
perjanjian maka penulis sependapat dengan hakim dalam putusannya berdasarkan Pasal 1243
KUHPerdata akibat hukum bagi Tergugat diharuskan membayar ganti rugi secara tunai atas
kewajiban Tergugat kepada Penggugat senilai Rp. 2.133.670.000,- atas sisa jagung pipil yang
tidak diberikan sebanyak 502,04 ton sebagaimana tuntutan ganti kerugian dari Penggugat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT
This research is motivated by the issue of a sale and purchase agreement between the
Plaintiff and the Defendant, where the Defendant only partially fulfilled their obligations. The
Plaintiff served a Legal Notice, but the Defendant ignored it. Consequently, the panel of judges
ruled in favor of the Plaintiff, declaring the Defendant in default under Article 1243 of the
Indonesian Civil Code, without considering Article 1238 regarding the Legal Notice. This
research aims to analyze the judges' consideration of the elements of default in the corn sale
and purchase agreement based on the verdict number 3/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst and to
determine the legal consequences.
The research method used is normative juridical with a prescriptive approach. The
types and sources of legal materials used in this study are secondary data, including primary,
secondary, and tertiary legal materials, collected through library research. The data analysis
is conducted using a normative qualitative method.
Based on the research findings and discussion, it can be concluded that, first, the panel
of judges failed to elaborate on the elements of default in declaring the Defendant in default.
However, based on Article 1243 of the Civil Code, the author identified three elements of
default that were fulfilled: the existence of a contract (corn sales); the debtor's Default (partial
fulfillment of obligations); and the debtor's default (Legal Notice from the Plaintiff), which was
ignored. Nevertheless, the judges only considered the substance of compensation for damages
resulting from the non-fulfillment of obligations and did not take into account Article 1238
regarding the Legal Notice. Second, due to the Defendant's Default, the author agrees with the
judges' decision based on Article 1236 of the Civil Code, which states that the Defendant is
obligated to pay compensation in cash to the Plaintiff in the amount of IDR 2,133,670,000 for
the remaining corn not delivered, totaling 502.04 tons, as claimed by the Plaintiff.
Kata kunciPerjanjian jual beli, Wanprestasi, Ganti rugi.
Pembimbing 1Nur Wakhid, S.H., M.H.
Pembimbing 2Anggitariani Rayi Larasati Siswanta, S.H., M.Kn.
Pembimbing 3Prof. Dr. Sulistyandari, S.H., M.Hum.
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-02-11 14:19:54.297322
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.