Artikel Ilmiah : I1A021088 a.n. RIEKO ALYSA SYAHPUTRA

Kembali Update Delete

NIMI1A021088
NamamhsRIEKO ALYSA SYAHPUTRA
Judul ArtikelEvaluasi Pelaksanaan Program Hipertensi di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Tahun 2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Puskesmas Kedungbanteng mengalami peningkatan penderita hipertensi tidak terkontrol dari tahun 2021 hingga 2023 dengan urutan tertinggi ke-5 di Kabupaten Banyumas. Studi pendahuluan mengungkapkan bahwa upaya pencegahan dan pengobatan hipertensi telah dilakukan, salah satunya dengan Prolanis. Namun, Prolanis hanya dapat diakses oleh pasien Program Rujuk Balik (PRB) dan belum spesifik menangani hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan program khusus untuk menangani hipertensi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kedungbanteng pada Bulan September-Desember 2024 dengan penentuan subyek penelitian menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan satu orang informan kunci, tiga orang informan utama dan tiga orang informan pendukung. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis tematik.
Hasil Penelitian: Pelaksanaan Program Hipertensi mengalami kendala pada sumber daya yang digunakan seperti kurangnya anggaran untuk perjalanan dinas akibat ketidaksesuaian antara anggaran yang dicairkan dengan anggaran yang diajukan, beban kerja yang berlebih pada dokter dan bidan akibat ketidaksesuaian jumlah tenaga kesehatan dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan, fasilitas yang kurang memadai serta pelayanan yang belum memuaskan. Terdapat berbagai hambatan pada pelaksanaan program baik dari masyarakat maupun dari pihak Puskesmas seperti kendala aksesibilitas, rasa bosan untuk rutin melalukan pemeriksaan dan pengobatan serta terjadi keterlambatan pengunggahan data skrining di laman dinas kesehatan akibat data hasil skrining yang tidak lengkap.
Kesimpulan: Program Hipertensi belum optimal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola Hipertensi serta belum berhasil meningkatkan angka hipertensi terkontrol sehingga angka kejadian hipertensi di Puskesmas Kedungbanteng setelah dilaksanakannya program masih mengalami peningkatan. Diperlukan evaluasi untuk meninjau kembali kebutuhan sumber daya serta pelaksanaan program agar peningkatan hipertensi terkontrol dapat tercapai.

Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The number of uncontrolled hypertension cases at the Kedungbanteng Health Center has increased from 2021 to 2023, ranking 5th highest in Banyumas Regency. The preliminary study revealed that hypertension prevention and treatment have been carried out, one of which is Prolanis. However, Prolanis is only accessible to patients enrolled in the Referral Back Program (PRB) and is not specific for treating hypertension. Therefore, a specific program to manage hypertension and accessible to the entire community is needed.

Method: This research was carried out at the Kedungbanteng Community Health Center in September-December 2024 by selecting subjects using the purposive sampling method, one key informant, three main informants, and three supporting informants were selected. Data validity was tested using source triangulation.The analysis used in this research is thematic analysis.
Result: The implementation of the Hypertension Program faced challenges related to the resources used, such as insufficient funding for official travel due to discrepancies between the allocated budget and the requested budget, excessive workload for doctors and midwives due to a mismatch between the number of health workers and the people who need health services, inadequate facilities, and unsatisfactory services. There were various obstacles in the program's implementation, both from the community and the health center staff. such as accessibility issues, boredom in regularly undergoing check-ups and treatment, as well as delays in uploading screening data to the health department’s website due to incomplete screening results data.
Conclusion: The Hypertension Program has not been optimal in increasing public awareness in managing hypertension and has not successfully increased the number of controlled hypertension cases. As a result, the incidence of hypertension at the Kedungbanteng Health Center has continued to rise even after the program was implemented. An evaluation is needed to review the resource needs and program implementation to ensure that the improvement in controlling hypertension can be achieved.
Kata kunciCIPP, Evaluasi, Program, Hipertensi
Pembimbing 1Yuditha Nindya Kartika Rizqi
Pembimbing 2Arif Kurniawan
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-02-08 15:01:43.664957
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.