Artikel Ilmiah : B1A020068 a.n. SHAVA NABELLA
| NIM | B1A020068 |
|---|---|
| Namamhs | SHAVA NABELLA |
| Judul Artikel | Kajian Bioremediator Organofosfat Oleh Bakteri Indigenous Terseleksi Dari Tanah Tercemar Organofosfat Profenofos |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penggunaan pestisida organofosfat dalam industri pertanian semakin meningkat seiring dengan adanya larangan penggunaan pestisida organoklorin. Pestisida jenis organofosfat yang lebih efektif dan mudah terurai di alam. Namun penggunaan pestisida organofosfat dalam melebihi dosis dan digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan manusia, tanaman, hewan air, dan lingkungan. Lingkungan dapat mendegradasi cemaran secara alamiah, tetapi dengan bertambahnya beban pencemaran akibat residu pestisida maka dibutuhkan teknologi untuk mendukung proses pengolahan cemaran. Salah satu dari pengolahan cemaran adalah secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ramah lingkungan yaitu bakteri pengurai pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri indigenous asal tanah tercemar polutan pestisida profenofos dalam mendegradasi cemaran organofosfat dan mengetahui konsentrasi isolat bakteri indigenous yang optimum dalam mendegradasi cemaran organofosfat profenofos. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah isolat bakteri indigenous asal sampel tanah (B) terdiri dari 4 isolat. Faktor kedua adalah konsentrasi bakteri indigenous asal sampel tanah (K) terdiri dari 4 taraf perlakuan. Strain bakteri indigenous diisolasi dari tanah terkontaminasi organofosfat jenis profenofos selama bertahun-tahun dari daerah persawahan di kabupaten Bantul. Peremajaan isolat bakteri indigenous ditumbuhkan pada media MSPY dengan tambahan pestisida profenofos 100 ppm. Uji degradasi dilakukan dengan menambahkan variasi konsentrasi bakteri kedalam larutan campuran media mineral dan profenofos 100ppm selama 7 hari. Kemampuan bakteri mendegradasi profenofos ditentukan dengan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 250 nm. Isolat dengan kemampuan degradasi diidentifikasi karakter morfologi menggunakan metode pengamatan SEM dan pengamatan langsung. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan analisis lanjutan Duncan Multiple Range Test DMRT. Hasil penelitian pada variasi jenis isolat menunjukkan bahwa isolat B4 dan konsentrasi bakteri 12,5% memiliki nilai paling optimum dalam mendegradasi organofosfat profenofos 100ppm. Hasil uji SEM menujukkan adanya peningkatan jumlah dan agregasi bakteri dimulai dari isolat B1, B2, B3 dan tertinggi B4. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The use of organophosphate pesticides in the agricultural industry has been increasing following the ban on organochlorine pesticides. Organophosphate pesticides are more effective and decompose more easily in nature. However, excessive use and long-term application of organophosphate pesticides can have harmful effects on human health, plants, aquatic animals, and the environment. While the environment can naturally degrade contaminants, the increasing pollution burden from pesticide residues necessitates technological support for contaminant treatment. One method of pollutant treatment is biological degradation using environmentally friendly microorganisms, specifically pesticide-degrading bacteria. This study aims to determine the ability of indigenous bacterial isolates from pesticide-polluted soil to degrade organophosphate contaminants, specifically profenofos, and to identify the optimum concentration of indigenous bacterial isolates for degrading organophosphate profenofos contamination. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern consisting of two factors. The first factor was the indigenous bacterial isolates from soil samples (B), which consisted of four isolates. The second factor was the concentration of indigenous bacteria from the soil samples (K), which consisted of four treatment levels. Indigenous bacterial strains were isolated from soil contaminated with the organophosphate pesticide profenofos for years in paddy fields in Bantul Regency. The rejuvenation of indigenous bacterial isolates was carried out by growing them in MSPY medium supplemented with 100 ppm profenofos pesticide. The degradation test was conducted by adding different concentrations of bacteria to a mixed solution of mineral media and 100 ppm profenofos for seven days. The ability of bacteria to degrade profenofos was determined using a UV-Vis Spectrophotometer at a wavelength of 250 nm. The bacterial isolates with the highest degradation ability were identified based on morphological characteristics using the SEM observation method and direct observation. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) for further analysis. The results of the study on different types of bacterial isolates showed that the B4 isolate and a bacterial concentration of 12.5% had the most optimal ability to degrade 100 ppm organophosphate profenofos. The SEM test results showed an increase in the number and aggregation of bacteria, starting from isolates B1, B2, B3, and reaching the highest level in isolate B4. |
| Kata kunci | profenofos, bakteri, degradasi, pestisida, spektrofotometer UV-Vis. |
| Pembimbing 1 | Dr. Sri Lestari, S.Si, M. Si |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Ir. Tarzan Sembiring |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 46 |
| Tgl. Entri | 2025-02-08 14:32:31.310705 |