Artikel Ilmiah : J1A021053 a.n. ALIEF NINO BRYLLIANT

Kembali Update Delete

NIMJ1A021053
NamamhsALIEF NINO BRYLLIANT
Judul ArtikelTranslating Directives: Subtitling Strategies and Acceptability in
The End Of The F***ing World Season One
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis directive illocutionary acts,
strategi penerjemahan, dan keberterimaannya pada ujaran yang diproduksi oleh
Alyssa dalam serial Netflix “The End of the F***ing World” Musim 1. Penelitian
ini dilakukan dengan menggunakan teori directive illocutionary acts oleh Searle
(1969), teori strategi penerjemahan oleh Gottlieb (1992), dan teori keberterimaan
dalam penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan dkk. (2012). Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan kuesioner dan umpan balik
dari para penilai untuk pengumpulan data. Hasilnya menunjukkan 59 data yang
mewakili 5 jenis directive illocutionary acts. Hasil penelitian menunjukkan jenis
yang paling menonjol adalah commanding (33), diikuti dengan asking (14),
suggesting (9), inviting (2), dan prohibiting (1). Selanjutnya, 8 strategi dari Gottlieb
diimplementasikan oleh penerjemah. Strategi yang paling menonjol adalah transfer
(31), diikuti oleh condensation (10), paraphrase (9), decimation (4), deletion (2),
imitation (1), dislocation (1), dan expansion (1). Selain itu, aspek keberterimaan
data sebagian besar menunjukkan keberterimaan dengan 57 data, dan hanya 2 data
yang kurang berterima. Dominasi strategi transfer, kondensasi, dan parafrase
mencerminkan tindakan penyeimbangan yang cermat antara keakuratan literal dan
kefasihan adaptif, yang memungkinkan sifat-sifat karakter Alyssa yang tegas
muncul secara alami dalam bahasa Indonesia. Tingkat penerimaan yang tinggi
secara keseluruhan menegaskan keefektifan strategi ini dalam menghasilkan teks
terjemahan yang sesuai dengan pemirsa, sehingga memperkuat pentingnya
pemilihan strategi teks terjemahan yang tepat untuk dialog yang didasari oleh
karakter dalam penerjemahan audiovisual.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to analyze the types of directive illocutionary acts, the
translation strategies, and their acceptability in the utterances produced by Alyssa
in the Netflix series “The End of the F***ing World” Season 1. This research is
conducted using the theory of directive illocutionary act by Searle (1969), the
theory of translation strategies by Gottlieb (1992), and the theory of acceptability
in translation quality assessment by Nababan et al. (2012). This research uses a
qualitative method, utilizing a questionnaire with feedback from raters for the data
collection. The result reveals 59 data representing 5 types of directive illocutionary
acts. It shows the most prominent type is commanding (33), followed by asking
(14), suggesting (9), inviting (2), and prohibiting (1). Furthermore, 8 strategies by
Gottlieb are implemented by the translator. The most prominent strategy is transfer
(31), followed by condensation (10), paraphrase (9), decimation (4), deletion (2),
imitation (1), dislocation (1), and expansion (1). Additionally, the acceptability
aspect of the data predominantly shows acceptable with 57 data, and only 2 data are
less acceptable. The predominance of transfer, condensation, and paraphrase
strategies reflects a careful balancing act between literal fidelity and adaptive
fluency, allowing Alyssa's assertive character traits to come through naturally in
Indonesian. The overall high acceptability rating confirms the effectiveness of these
strategies in producing subtitles that resonate with viewers, reinforcing the
importance of selecting appropriate subtitling strategies for character-driven
dialogue in audiovisual translation.
Kata kunciTranslation Strategies; Subtitling Strategies; Acceptability; Directive Illocutionary Act; The End of the F***ing World Series
Pembimbing 1Dr. Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum
Pembimbing 2Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-02-08 13:58:58.853778
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.