| NIM | F1D021060 |
| Namamhs | TATIANNA DYAH ANINDA |
| Judul Artikel | Politik Implementasi Program Gerakan Pangan Murah untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan ketersediaan pangan secara mandiri, meningkatkan keterjangkauan pangan, dan mengoptimalkan pemanfaatan pangan. Sebagai implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu program yang dapat membantu memperkuat ketahanan pangan karena memiliki tujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Tujuan penelitian ini untuk (1. memahami bagaimana peran pemerintah Kabupaten Banyumas, yang dalam hal ini merupakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, sebagai implementor dalam pelaksanaan program serta mencakup pelaksanaan di lapangan dan pengorganisasiannya (2. Menjelaskan tuntutan dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat terhadap program Gerakan Pangan Murah serta bagaimana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas merespon tuntutan dan dukungan yang diberikan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini menunjukkan program Gerakan Pangan Murah membantu stabilisasi pasokan dan harga pangan masyarakat sehingga mereka mendukung keberlanjutan program dan pelaksanaannya lebih disebarluaskan. Namun, terdapat tuntutan yang diberikan masyarakat terhadap program terkait penerapan kupon tebus murah yang hanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan harga pangan yang dijual pada saat pelaksanaan program sebagian masih tinggi. Kemudian ditemukan bahwa sebagai implementor, Dinpertan KP tidak sepenuhnya memenuhi tuntutan tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa dinas sebagai pelaksana tidak bisa dipengaruhi oleh masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Strengthening food security can be done by increasing food availability independently, increasing food affordability, and optimizing food utilization. As an implementation of Law No. 18/2012, the Cheap Food Movement is one of the programs that can help strengthen food security because it aims to stabilize food supply and prices. The objectives of this study are to (1) understand how the role of the Banyumas Regency government, in this case the Agriculture and Food Security Office of Banyumas Regency, as the implementor in the implementation of the program, including its field implementation and organization (2) explain the demands and support given by the community to the Cheap Food Movement program and how the Agriculture and Food Security Office of Banyumas Regency responds to the demands and support given. Using qualitative methods and a case study approach, this research shows that the Gerakan Pangan Murah program helps stabilize the community's food supply and prices, so they support the continuation of the program and its more widespread implementation. However, there were demands made by the community on the program related to the application of cheap redemption coupons that were only given to the poor and the price of food sold during the implementation of the program was still partially high. Then it was found that as an implementor, Agriculture and Food Security Office of Banyumas Regency did not fully fulfill these demands, so it can be said that the agency as an implementer could not be influenced by the community.
|
| Kata kunci | Implementasi, Kebijakan Publik, Ketahanan Pangan |
| Pembimbing 1 | Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Drs. M. Soebiantoro, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, M.Sc. |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 24 |
| Tgl. Entri | 2025-02-07 10:54:58.541291 |
|---|