Artikel Ilmiah : A1A021012 a.n. RATNA DEWI

Kembali Update Delete

NIMA1A021012
NamamhsRATNA DEWI
Judul ArtikelAnalisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) Indonesia di Pasar Internasional
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia adalah salah satu eksportir minyak kelapa murni (Virgin Coconut
Oil) terbesar di pasar dunia. Produk olahan kelapa ini telah menunjukkan tren
pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menempati
posisi ke dua pada tahun 2023 dengan nilai ekspor mencapai 396 Juta USD. Negara
tujuan utama ekspor VCO Indonesia adalah China, Amerika Serikat, Rusia, Korea
Selatan dan Singapura. VCO diekspor sebagai bahan baku dalam berbagai industri
seperti kosmetik, farmasi dan makanan. VCO Indonesia memiliki potensi yang
besar untuk meningkatkan kinerja ekspornya, akan tetapi masih terdapat berbagai
tantangan diantaranya keterbatasan produsen menjangkau pasar ekspor dan harga
VCO Indonesia yang relatif rendah. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk 1)
mengetahui daya saing komparatif VCO Indonesia di pasar internasional, 2)
mengetahui daya saing kompetitif VCO Indonesia di pasar internasional, 3)
mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ekspor VCO Indonesia di pasar
internasional.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik (BPS), World Bank, UN Comtrade, World Integrated Trade Solution
(WITS), World Bank dan Centre d-Etudes Prospectives et d’Infromations (CEPII).
Data ini merupakan data deret waktu pada rentang tahun 1994 sampai 2023.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Systemmatic
Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), Indeks
Spesialisasi Perdagangan (ISP) dan Model Gravitasi yang diolah denga
menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2019 dan E-Views 12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing
komparatif yang kuat dengan nilai rata-rata RSCA sebesar 0,915. Analisis daya
saing kompetitif dilakukan dengan analisis EPD dan ISP. Hasil analisis EPD
menunjukkan bahwa VCO Indonesia di negara tujuan China, Amerika Serikat dan
Rusia berada pada posisi Rising star serta di negara tujuan Korea Selatan dan
Singapuran berada pada posisi Falling star. Secara keseluruhan analisis EPD
menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dengan nilai ratarata perhitungan EPD yang bernilai positif baik di pangsa pasar ekspor maupun
pangsa pasar produk. Hasil analisis ISP memiliki nili rata-rata 0,985 dan
menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing kompetitif dan lebih dominan
sebagai negara eksportir VCO. Analisis gravitasi menunjukkan bahwa faktor-faktor
yang memengaruhi kinerja ekspor VCO Indonesia adalah GDP negara tujuan, harga
VCO negara tujuan, indeks kesamaan dan jarak ekonomi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is one of the largest exporters of virgin coconut oil in the world
market. This processed coconut product has shown a positive growth trend in recent
years. Indonesia occupies the second position in 2023 with an export value of 396
Million USD. The main destination countries for Indonesia's VCO exports are
China, the United States, Russia, South Korea and Singapore. VCO is exported as
a raw material in various industries such as cosmetics, pharmaceuticals and food.
Indonesian VCO has great potential to improve its export performance, but there
are still various challenges including the limitations of producers to reach the
export market and the relatively low price of Indonesian VCO. In general, this study
aims to 1) determine the comparative competitiveness of Indonesian VCO in the
international market, 2) determine the competitive competitiveness of Indonesian
VCO in the international market, 3) determine the factors that influence Indonesian
VCO exports in the international market.
This reaserch uses secondary data obtained from the Badan Pusat Statisik
(BPS), World Bank, UN Comtrade, World Integrated Trade Solution (WITS), World
Bank and Center d-Etudes Prospectives et d'Infromations (CEPII). This data is a
time series data in the range of 1994 to 2023. The methods used in this study are
Revealed Systemmatic Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic
(EPD), Index of Trade Specialization (ISP) and Gravity Model which are processed
using Microsoft Excel 2019 and E-Views 12.
The results showed that Indonesia has strong comparative competitiveness
with an average RSCA value of 0.915. The results of the EPD analysis show that
Indonesian VCO in the destination countries of China, the United States and Russia
are in the Rising star position and in the destination countries of South Korea and
Singapore are in the Falling star position. Overall, the EPD analysis shows that
Indonesia has a competitive advantage with an average value of EPD calculations
that is positive both in export market share and product market share. The ISP
analysis results have an average value of 0.985 and show that Indonesia tends to
be a VCO exporter country. Gravity analysis shows that the factors that influence
Indonesia's VCO export performance are destination country GDP, destination
country VCO price, similarity index and economic distance
Kata kunciminyak kelapa murni, model gravitasi, daya saing, ekspor
Pembimbing 1Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P., M.P
Pembimbing 2Dr. Altri Mulyani, S.P., M.P
Pembimbing 3Dr. Irene Kartika Eka Wijayanati, S.P., M.p
Tahun2025
Jumlah Halaman144
Tgl. Entri2025-02-03 10:45:46.660859
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.