Artikel Ilmiah : C1A021105 a.n. ROBBY FAHMY AHMADA AULIA

Kembali Update Delete

NIMC1A021105
NamamhsROBBY FAHMY AHMADA AULIA
Judul ArtikelPENGARUH PENDIDIKAN, PENGANGGURAN, KESEHATAN, DAN PENDAPATAN PER KAPITA TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI EKS KARESIDENAN KEDU
Abstrak (Bhs. Indonesia)IPM adalah Indikator komposit untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia. Sebagai ukuran kualitas hidup IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan serta kehidupan yang layak. Penelitian ini melihat seberapa pengaruh variabel independen yang terdiri dari Pendidikan, pengangguran, Kesehatan, dan Pendapatan Per kapita Secara bersama-sama terhadap IPM di Kabupaten/Kota eks Karesidenan Kedu. Tujuan penelitian ini selain untuk mengetahui pengaruh keempat variabel independen terhadap IPM secara bersama-sama juga untuk mengetahui pengaruh keempat Variabel tersebut secara parsial di Kabupaten/Kota eks Karesidenan Kedu.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Data yang diambil berupa data tahun 2015-2023 dari 6 Kabupaten/Kota eks Karesidenan Kedu. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan analisis regresi data panel pengolahan data penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 10. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara bersama-sama pada tahun 2015-2023 variabel Pendidikan, Pengangguran, Kesehatan, dan Pendapatan Per kapita berpengaruh signifikan terhadap terhadap Indeks Pembangunan Manusia di setiap Kabupaten/Kota eks Karesidenan Kedu. Secara parsial, Pendidikan berpengaruh positif terhadap IPM, Pengangguran dan Kesehatan tidak berpengaruh terhadap IPM, dan Pendapatan Per kapita berpengaruh positif terhadap IPM. Implikasi terhadap pemerintah yaitu perlu adanya standar minimal pendidikan yang diimbangi dengan kemudahan dalam pendidikan melalui akses pembiayaan, dan fasilitas untuk mempengaruhi kualitas pengetahuan. Selain itu, perlu penguatan program pelatihan dan pendidikan vokasional melalui kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri untuk memperkecil tingkat pengangguran. Begitupun dengan pemerataan akses fasilitas kesehatan harus beriringan dengan peningkatan Tenaga kesehatan. Hal ini dapat terlihat dalam jangka panjang, peningkatan kualitas kesehatan mendorong sumber daya manusia untuk dapat mengakses pendidikan yang lebih tinggi dan peningkatan produktifitas. Kemudahan izin usaha bagi investor lokal dan asing disektor strategis untuk menarik lebih banyak investasi ke daerah dengan komitmen mengutamakan tenaga kerja berasal dari mayarakat daerah terkait.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
HDI is a composite indicator to measure the development achievements of human quality of life. As a measure of quality of life, HDI is built through a three-dimensional approach. These dimensions include long and healthy life, knowledge and a decent life. This study looks at how the influence of independent variables consisting of education, unemployment, health, and per capita income together on HDI in the regencies / cities of the former Kedu Prefecture. The purpose of this study is not only to determine the effect of the four independent variables on HDI together but also to determine the effect of the four variables partially in the Regency / City of the former Kedu Prefecture. The type of research used is quantitative research, with secondary data collection methods obtained from the Central Java Provincial Statistics Agency (BPS) and the Central Java Health Office. The data taken in the form of data from 2015-2023 from 6 districts / cities of the former Kedu Prefecture. The research method used is panel data regression analysis. The data processing technique of this research uses the help of Eviews 10 software. The implication for the government is that there needs to be a minimum standard of education that is balanced with the ease of education through access to financing, and facilities to influence the quality of knowledge. In addition, it is necessary to strengthen vocational training and education programmes through a curriculum that is responsive to technological developments and industry needs to reduce unemployment. Likewise, equitable access to health facilities must go hand in hand with an increase in health workers. This can be seen in the long run, improving the quality of health encourages human resources to be able to access higher education and increase productivity. Ease of business permits for local and foreign investors in strategic sectors to attract more investment to the regions with a commitment to prioritise labour from the relevant local communities.
Kata kunciKata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Pendidikan, Pengangguran, Kesehatan, dan Pendapatan per Kapita.
Pembimbing 1Dr. E. Ratna Setyawati Gunawan, S.E., M.Si
Pembimbing 2Drs. Herman Sambodo M.P.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2025-02-03 10:40:15.181711
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.