| NIM | H1E020004 |
| Namamhs | DENNY ANDIYA NUR WIBOWO |
| Judul Artikel | PENGEMBANGAN MODEL VENDOR MANAGED-CONSIGNMENT STOCK UNTUK SINGLE-VENDOR SINGLE-RETAILER DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PRODUK CACAT DAN KESALAHAN INSPEKSI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dalam manajemen rantai pasok, pengelolaan persediaan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing bisnis. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Vendor Managed Inventory (VMI dengan kebijakan Consignment Stock (CS). Pada implementasi sistem tersebut tantangan yang dihadapi terkait dengan produk cacat dan kesalahan inspeksi yang menyebabkan ketidakseimbangan persediaan, ketidakpuasan pelanggan akibat produk berkualitas rendah dan meningkatkan biaya. Produk cacat terjadi karena barang yang dikirim vendor tidak sepenuhnya sempurna, sementara kesalahan inspeksi dikategorikan menjadi tipe I (dikategorikan produk baik menjadi produk cacat) dan tipe II (dikategorikan produk cacat menjadi produk baik). Penelitian ini mengembangkan model persediaan dengan pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) dan kebijakan Consignment Stock (CS) untuk single vendor single-retailer dan single item dengan mempertimbangkan adanya produk cacat dan kesalahan inspeksi. dengan tujuan meminimalkan total biaya gabungan antara vendor dan retailer menggunakan permintaan deterministik. Hasil dari pengembangan model VMI-CS telah dicoba dengan contoh numerik menggunakan wolfram language menunjukkan bahwa solusi optimal dicapai dengan jumlah lots per batch sebanyak 9 kali, dengan ukuran lot sebesar 153 unit dan total biaya gabungan senilai $1199,8, sehingga vendor dapat mengetahui ukuran lot dengan jumlaah pengiriman yang optimal kepada retailer, serta minimasi total biaya tahunan dalam rantai pasok. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | In supply chain management, inventory management is an important factor to improve business competitiveness. One of the approaches used is Vendor Managed Inventory (VMI with Consignment Stock (CS) policy. In the implementation of the system, the challenges faced are related to defective products and inspection errors that cause inventory imbalances, customer dissatisfaction due to low-quality products and increase costs. Defective products occur because the goods sent by vendors are not completely perfect, while inspection errors are categorized into type I (categorized good products into defective products) and type II (categorized defective products into good products). This research develops an inventory model with a Vendor Managed Inventory (VMI) approach and a Consignment Stock (CS) policy for single vendor single-retailer and single item by considering the presence of defective products and inspection errors. with the aim of minimizing the combined total cost between vendors and retailers using deterministic demand. The results of the development of the VMI-CS model have been tested with numerical examples using Wolfram language showing that the optimal solution is achieved with a number of lots per batch of 9 times, with a lot size of 153 units and a total combined cost of $ 1199.8, so that vendors can know the lot size with the optimal number of shipments to retailers, as well as minimizing the total annual cost in the supply chain. |
| Kata kunci | vendor managed inventory, consignment stock, optimasi rantai pasok, single-vendor single retailer, produk cacat, kesalahan inspeksi, joint total cost. |
| Pembimbing 1 | Ir. Amanda Sofiana, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Ir. Hasyim Asyari, S.ST., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 26 |
| Tgl. Entri | 2025-02-03 10:16:40.409798 |
|---|