| NIM | K1B019049 |
| Namamhs | MUHAMAD NUR ABDIYANSAH |
| Judul Artikel | PEMETAAN KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia. Kemiskinan di Indonesia harus diatasi untuk mencapai salah satu cita-cita Bangsa Indonesia yaitu memajukan kesejahteraan umum yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Negara Indonesia dengan jumlah penduduk miskin sebesar 3.791.500 jiwa pada bulan Maret tahun 2023. Kabupaten Brebes memiliki jumlah penduduk miskin tertinggi dengan 286.140 jiwa, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Kota Magelang dengan jumlah 7.450 jiwa. Hal ini menunjukan adanya perbedaan yang cukup signifikan terkait persebaran jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah sehingga diperlukan pemetaan kemiskinan pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan variabel-variabel kemiskinan. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu analisis biplot. Variabel-variabel yang digunakan yaitu garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin, indeks kedalaman kemiskinan, indeks keparahan kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, kepadatan penduduk, dan indeks pembangunan manusia. Dari grafik biplot diperoleh 5 kelompok pemetaan dengan nilai kelayakan biplot sebesar 79,17%, artinya grafik biplot tersebut menjelaskan 79,17% informasi yang terdapat pada data. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Poverty is one of the issues faced by Indonesia. Poverty in Indonesia must be overcome to achieve one of the nation’s goals, which is to promote the general welfare as stated in the preamble of the 1945 Constitution. Central Java is one of the provinces in Indonesia with a poverty population of 3,791,500 people as of March 2023. Brebes Regency has the highest number of poor residents at 286,140 people, while the lowest number is in Magelang City with 7,450 people. This indicates a significant difference in the distribution of the population across Central Java Province, necessitating poverty mapping for the 35 regencies/cities in Central Java based on poverty variables. One method that can be used is biplot analysis. The variables used include the poverty line, number of poor residents, poverty depth index, poverty severity index, open unemployment rate, population density, and human development index. The biplot graph produced 5 mapping groups with a biplot feasibility value of 79.17%, meaning the biplot graph explains 79.17% of the information contained in the data. |
| Kata kunci | analisis biplot, kemiskinan, penguraian nilai singular. |
| Pembimbing 1 | Dra. Agustini Tripena Br.Sb., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Mutia Nur Estri, M.Kom. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2025-01-31 11:42:25.264557 |
|---|