Artikel Ilmiah : F1A021116 a.n. SAFIRA KHISTI NURULLITA

Kembali Update Delete

NIMF1A021116
NamamhsSAFIRA KHISTI NURULLITA
Judul ArtikelMAKNA TRADISI GREBEG SURAN SEBAGAI PERSEMBAHAN KEPADA DEWI SRI DI DESA SROWOT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tradisi Grebeg Suran merupakan wujud kearifan lokal di Desa Srowot yang dilaksanakan dengan memberikan persembahan kepada Dewi Sri agar hasil panen yang di dapatkan masyarakat selalu melimpah setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan utama, yaitu bagaimana pelaksanaan Tradisi Grebeg Suran di Desa Srowot dan apa makna tradisi ini di Desa Srowot. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan Tradisi Grebeg Suran, sekaligus mengungkap maknanya dalam kehidupan masyarakat Desa Srowot. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Hasil penelitian menunjukkan tradisi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti pembersihan makam, musyawarah desa, syukuran, ratiban, sholawat Jawa, persiapan sesaji dan gunungan, pelaksanaan tradisi, pentas seni, dan do’a penutup. Penghormatan kepada Dewi Sri dilaksanakan melalui Ritual Sowan di Panembahan Sentana. Tradisi Grebeg Suran di Desa Srowot memiliki makna sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Sri, memperingati tahun baru Jawa, ungkapan syukur dan memohon berkah, ritual keselamatan, simbol kemakmuran, serta harmoni antara manusia, alam, dan kekuatan gaib. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar masyarakat Desa Srowot terus melestarikan tradisi ini dengan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Bagi penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai proses pewarisan tradisi ini untuk memastikan keberlanjutannya sebagai warisan budaya yang bermakna.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Grebeg Suran tradition is a form of local wisdom in Srowot Village which is carried out by making offerings to Dewi Sri so that the harvest that the community gets is always abundant every year. This research was conducted to answer the main question, namely how the Grebeg Suran Tradition is implemented in Srowot Village and what is the meaning of this tradition in Srowot Village. This research aims to explain the implementation of the Grebeg Suran Tradition, as well as reveal its meaning in the lives of the people of Srowot Village. This research uses descriptive qualitative methods. Data were analyzed using Herbert Mead's theory of symbolic interactionism. The research results show that this tradition is carried out through several stages, such as grave cleaning, village meetings, thanksgiving, ratiban, Javanese prayers, preparation of offerings and mountains, implementation of traditions, art performances, and closing prayers. Respect for Dewi Sri is carried out through the Sowan Ritual at Panembahan Sentana. The Grebeg Suran tradition in Srowot Village has meaning as a form of respect for Dewi Sri, commemorating the Javanese New Year, expressing gratitude and asking for blessings, a safety ritual, a symbol of prosperity, as well as harmony between humans, nature and supernatural powers. Based on research findings, it is recommended that the people of Srowot Village continue to preserve this tradition by maintaining the local wisdom values contained in it. Future research can examine more deeply the process of inheriting this tradition to ensure its sustainability as a meaningful cultural heritage.
Kata kunciKearifan Lokal, Tradisi Grebeg Suran, Dewi Sri
Pembimbing 1Prof. Dr. Muslihudin, M.Si.
Pembimbing 2Niken Paramarti Dasuki, S.Sos. M.Si.
Pembimbing 3Drs. Nalfaridas Baharuddin, M.Hum.
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-01-29 13:30:38.83544
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.