Artikel Ilmiah : F1B021094 a.n. FIRDA NAZHIFA RAHMALIA

Kembali Update Delete

NIMF1B021094
NamamhsFIRDA NAZHIFA RAHMALIA
Judul ArtikelMANAJEMEN PROGRAM GELIAT SECANTING BERAS
DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN RISET
DAN INOVASI DAERAH KOTA TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Program Geliat Secanting Beras merupakan singkatan dari Gerakan Peduli Anak Sehat dengan Semangat Cegah Atasi Stunting Bersama Bapperida dan Masyarakat Slerok. Program ini berlandaskan pada Surat Edaran Nomor 441.8/001 Tentang Gerakan Peduli Stunting dengan pola Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sebagai percepatan penurunan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama planning, target belum mencapai zero stunting. Kedua organizing, tidak adanya struktur organisasi formal. Ketiga assembling resources, pengumpulan sumber daya pendanaan tidak dianggarkan dalam APBD. Keempat directing, secara internal dan eksternal dilakukan oleh Bapperida Kota Tegal yaitu melalui rapat koordinasi maupun whatssapp. Kelima controlling, pengawasan masih belum maksimal dalam pembagian PMT. Saran yang diajukan termasuk perencanaan perlu dipertahankan, struktur organisasi formal, meminimalkan petugas, menambah jadwal koordinasi, dan pengawasan rutin.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Geliat Secanting Beras’s Program stands for Gerakan Peduli Anak Sehat dengan Semangat Cegah Atasi Stunting Bersama Bapperida dan Masyarakat Slerok. This program is based on Circular Letter Number 441.8/001 concerning the Stunting Care Movement with the pattern of Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) as an acceleration of stunting reduction. This study employs a qualitative methodology, utilizing data triangulation from interviews, observations, and documen t analysis.
This research uses qualitative research methods and techniques to select informants using purposive sampling. Data collection was done through interviews, observation, and documentation. To ensure data validity, this research uses source triangulation techniques. The results of this study indicate that first planning, there is no achieved zero stunting. Second organizing, the absence of a formal organizational structure. Third assemblin resources, the collection of funding resources is not budgeted in the APBD. Fourth directing, internally and externally, was carried out by Bapperida Tegal City, namely through coordination meetings and WhatsApp. Fifth controlling, supervision was still not maximized in the distribution of PMT. Proposed recommendations include hat planning should be maintained, formal organizational structures, minimizing staff, increasing coordination schedules, and routine supervision.
Kata kunciManagement, Program, Stunting
Pembimbing 1Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes., M.Si
Pembimbing 2Drs. Simin, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2025-01-20 12:47:50.637703
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.