| NIM | F1B021054 |
| Namamhs | ARDILA MUKTI |
| Judul Artikel | Kapasitas Kelembagaan pada Tata Kelola Kelitbangan dalam Mewujudkan Daerah yang Inovatif (Studi Kasus di Bappedalitbang Kabupaten Purworejo) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Semakin kompleksnya permasalahan pembangunan di daerah, maka dibutuhkan langkah-langkah inovatif untuk mengakselerasi penyelesaiannya. Oleh karena itu, dibutuhkan kapasitas tata kelola kelitbangan yang kuat untuk dapat mengakselerasi pembangunan daerah berbasis riset-riset inovatif yang dihasilkan. Namun, implementasi hasil riset ke dalam pembangunan daerah di Kabupaten Purworejo masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kapasitas kelembagaan pada tata kelola kelitbangan di Bappedalitbang Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan daerah yang inovatif berbasis hasil-hasil riset melalui model kapasitas kelembagaan yang dikemukakan oleh Charles Lusthaus (2002) yang terdiri dari 8 aspek antara lain, kepemimpinan strategis, struktur organisasi, manajemen keuangan, sumber daya manusia, infrastruktur, manajemen program, manajemen proses, dan hubungan antar organisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan pada tata kelola kelitbangan di Bappedalitbang Kabupaten Purworejo belum berjalan dengan optimal karena masih lemah dalam beberapa aspek-aspek kapasitas kelembagaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengembangan kapasitas kelembagaan pada tata kelola kelitbangan agar dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan penelitian dan pengembangan, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta mendorong penerapan hasil-hasil riset secara optimal untuk mewujudkan daerah yang inovatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The increasing complexity of development problems in the regions requires innovative steps to accelerate their resolution. Therefore, a strong capacity for R&D governance is needed to accelerate regional development based on innovative research produced. However, the implementation of research results into regional development in Purworejo Regency is still very minimal. This study aims to determine and describe the institutional capacity in R&D governance at Bappedalitbang Purworejo Regency in realizing an innovative region based on research results through the institutional capacity model proposed by Charles Lusthaus (2002) which consists of 8 aspects, including strategic leadership, organizational structure, financial management, human resources, infrastructure, program management, process management, and inter-organizational relationships. The research method used in this study is a descriptive qualitative research method. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. Informants were determined through purposive sampling techniques. This study shows that the institutional capacity in R&D governance at Bappedalitbang Purworejo Regency has not been running optimally because it is still weak in several aspects of institutional capacity. Therefore, it is necessary to make efforts to develop institutional capacity in R&D governance in order to increase the effectiveness of research and development implementation, strengthen synergy between stakeholders, and encourage the optimal application of research results to create innovative regions. |
| Kata kunci | Daerah Inovatif, Kapasitas Kelembagaan, Kelitbangan |
| Pembimbing 1 | Dr. Tobirin, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Alizar Isna, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2025-01-18 16:21:18.601846 |
|---|