Artikel Ilmiah : C1G019004 a.n. UNIEK DYAH SHAFIRA
| NIM | C1G019004 |
|---|---|
| Namamhs | UNIEK DYAH SHAFIRA |
| Judul Artikel | THE DEVELOPMENT STRATEGY OF WEAVING INDUSTRY IN PEKUNCEN VILLAGE, JATILAWANG, BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | SUMMARY Pembangunan di sektor industri dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan penduduk. Kabupaten Banyumas memiliki total 13 industri unggulan daerah yang salah satunya adalah industri tekstil. Pemerintah Kabupaten Banyumas memiliki perhatian di industri tekstil, khususnya terhadap pengembangan industri tenun di Kecamatan Somagede, Banyumas dan Jatilawang, namun keberlanjutan pengembangan tenun terhambat di Kecamatan Jatilawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method sequential. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan aspek yang menjadi prioritas utama yaitu SDM, prioritas kedua yaitu pemasaran, prioritas ketiga yaitu produk dan prioritas keempat yaitu kelembagaan. Permasalahan yang menjadi prioritas dalam pengembangan industri tenun di Desa Pekuncen pada aspek SDM adalah kurangnya motivasi dan loyalitas SDM terhadap industri tenun. Prioritas permasalahan pada aspek kelembagaan yaitu belum mampu menciptakan organisasi yang tepat untuk mengembangkan industri tenun. Prioritas permasalahan pada aspek pemasaran yaitu tidak adanya kerjasama pelaku usaha dengan mitra usaha. Prioritas permasalahan pada aspek produk yaitu belum ada inovasi produk tenun Desa Pekuncen. Solusi yang menjadi prioritas dalam pengembangan industri tenun di Desa Pekuncen pada aspek SDM adalah mendatangkan tenaga ahli dan mengadakan pembekalan bersertifikat. Prioritas solusi pada aspek kelembagaan yaitu membentuk lembaga di Desa Pekuncen yang memiliki fungsi menaungi penenun. Prioritas solusi pada aspek pemasaran yaitu membuat kesepakatan kerja sama antara pelaku usaha dan mitra usaha. Prioritas solusi pada aspek produk yaitu Melakukan pengembangan produk dari segi warna dan motif. Strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri tenun di Desa Pekuncen adalah pengembangan kapasitas & kapabilitas SDM. Kedua, Optimalisasi pemasaran melalui berbagai media. Ketiga, Pengembangan produk tenun Desa Pekuncen. Keempat, Menyusun rencana induk pengembangan industri tenun. Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi pada strategi Pengembangan kapasitas & kapabilitas SDM dengan Implikasi bagi pelaku usaha yaitu selalu belajar meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, implikasi bagi pemerintah yaitu mendatangkan tenaga ahli untuk pelaku usaha, implikasi bagi akademisi yaitu memasukkan tenun ke dalam konsep keilmuan. Kemudian, Menyusun rencana induk pengembangan industri tenun dengan Implikasi bagi pelaku usaha yaitu Menyusun hal-hal penting kaitannya pengembangan industri tenun, implikasi bagi pemerintah yaitu membuat roadmap pengembangan industri tenun, implikasi bagi akademisi yaitu memberikan sumbangan pemikiran untuk rencana induk pengembangan industri tenun. Selanjutnya, Optimalisasi pemasaran melalui berbagai media dengan Implikasi bagi pelaku usaha yaitu membuat dan mengembangkan media pemasaran untuk produk, implikasi bagi pemerintah yaitu memberikan bantuan alat untuk pelaku usaha, implikasi bagi akademisi yaitu memberikan materi pembelajaran tentang pemasaran di berbagai media. Kemudian, Pengembangan produk tenun Desa Pekuncen dengan Implikasi bagi pelaku usaha yaitu mengembangkan produk berupa warna dan motif, implikasi bagi pemerintah yaitu memberikan bantuan alat untuk pelaku usaha, implikasi bagi akademisi yaitu memberikan sumbangan riset berupa pengembangan produk terkini. Kata Kunci: Industri Tenun, Strategi Pengembangan. SDM, Pemasaran, Produk, Pemasaran |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SUMMARY Development in the industrial sector is intended to increase national income and the welfare of the population. Banyumas Regency has a total of 13 regional leading industries, one of which is the textile industry. The government of Kabupaten Banyumas pays attention to the textile industry, especially to the development of the weaving industry in Somagede, Banyumas and Jatilawang sub-districts, but the sustainability of weaving development is hampered in Jatilawang sub-district. This research uses mixed method sequential research.The data sources used were primary data and secondary data. This research was conducted in Pekuncen Village, Jatilawang District. The data collection techniques were interviews and questionnaires. The results of this study show that the top priority aspects are human resources, the second priority is marketing, the third priority is products and the fourth priority is institutions. The priority problem in the development of the weaving industry in Pekuncen Village in the aspect of human resources is the lack of motivation and loyalty of human resources to the weaving industry. The priority problem in the institutional aspect is the inability to create the right organisation to develop the weaving industry. The priority problem in the marketing aspect is the absence of cooperation between business actors and business partners. The priority problem in the product aspect is that there is no innovation of weaving products in Pekuncen Village. Priority solutions in the development of the weaving industry in Pekuncen Village in terms of human resources are bringing in experts and organising certified training. The priority solution for institutional aspects is to form an institution in Pekuncen Village that has the function of housing weavers. Priority solutions in the marketing aspect are to make a cooperation agreement between business actors and business partners. The priority solution for the product aspect is to develop the product in terms of colours and motifs. The strategy that becomes the main priority in developing the weaving industry in Pekuncen Village is the development of human resource capacity and capability. Second, optimising marketing through various media. Third, developing weaving products in Pekuncen Village. Fourth, Developing a master plan for the development of the weaving industry. The results of this study provide implications for the strategy of developing the capacity & capability of human resources with implications for business actors, namely always learning to improve capacity and capability, implications for the government, namely bringing in experts for business actors, implications for academics, namely incorporating weaving into scientific concepts. Then, Developing a master plan for the development of the weaving industry with implications for business actors, namely compiling important things related to the development of the weaving industry, implications for the government, namely making a roadmap for the development of the weaving industry, implications for academics, namely contributing ideas to the master plan for the development of the weaving industry. Furthermore, Optimising marketing through various media with implications for business actors, namely creating and developing marketing media for products, implications for the government, namely providing tool assistance for business actors, implications for academics, namely providing learning materials about marketing in various media. Then, Pekuncen Village weaving product development with implications for business actors, namely developing products in the form of colours and motifs, implications for the government, namely providing tool assistance for business actors, implications for academics, namely providing research contributions in the form of the latest product development. Keywords: Weaving Industry, Development Strategy. HR, Marketing, Product, Marketing |
| Kata kunci | Kata Kunci: Industri Tenun, Strategi Pengembangan. SDM, Pemasaran, Produk, Pemasaran |
| Pembimbing 1 | Dr. Arintoko, S.E, M.Si |
| Pembimbing 2 | Bambang, S.E, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Abdul Aziz Ahmad, SE, M.Si |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 88 |
| Tgl. Entri | 2025-01-17 14:47:40.96587 |