| NIM | I1A021039 |
| Namamhs | DHELA PUJA IRAWATI |
| Judul Artikel | Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jatilawang |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan peningkatan gula darah. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan DM tipe 2 dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Analisis regresi logistik dan analisis jaringan dapat memberikan informasi mengenai faktor yang berpengaruh serta gambaran rute terpendek jarak rumah ke puskesmas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan analisis spasial berupa network analysis. Sampel penelitian terdiri dari 114 responden yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengambilan titik koordinat rumah responden menggunakan Google Maps. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS, serta network analysis menggunakan QGIS. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa akses informasi kesehatan secara signifikan mempengaruhi ketidakpatuhan pengobatan pasien DM tipe 2 (p-value=0,006, OR=5,170), sedangkan ketersediaan transportasi (p-value=0,427, OR=0,609) dan dukungan keluarga (p-value=0,076, OR=2,622) berperan sebagai variabel confounding. Faktor lain, seperti pengetahuan, sikap, motivasi diri, jarak rumah ke puskesmas, dan peran tenaga kesehatan, tidak berpengaruh signifikan. Sebagian besar responden berada dalam jangkauan area pelayanan Puskesmas Jatilawang (≤ 3 km) berdasarkan peta rute terpendek. Kesimpulan: Pasien DM di Puskesmas Jatilawang disarankan aktif mencari informasi kesehatan melalui tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan DM tipe 2. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood sugar. Non-adherence with type 2 DM treatment can increase the risk of complications. Logistic regression analysis and network analysis can provide information on influential factors as well as a description of the shortest route from home to the health center. Methods: This study was a quantitative analytic study with a cross-sectional design involving spatial analysis in the form of network analysis. The study sample consisted of 114 respondents obtained through cluster random sampling technique. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire and taking the coordinate points of respondents' homes using Google Maps. Data analysis included univariate, bivariate and multivariate analysis using SPSS, and network analysis using QGIS. Results: The results of the analysis showed that access to health information significantly influenced treatment non-adherence of patients with type 2 diabetes (p-value=0,006, OR=5,170), while transportation availability (p-value=0,427, OR=0,609) and family support (p-value=0,076, OR=2,622) acted as confounding variables. Other factors, such as knowledge, attitude, self-motivation, distance from home to puskesmas, and the role of health workers, did not have a significant effect. Most respondents were within the service area of the Jatilawang Community Health Center (≤ 3 km) based on the shortest route map. Conclusion: DM patients at the Jatilawang Community Health Center are advised to actively seek health information through health workers to improve type 2 DM treatment adherence. |
| Kata kunci | Diabetes Melitus, Ketidakpatuhan Pengobatan, Network Analysis |
| Pembimbing 1 | Dian Anandari, S.K.M., M.K.M. |
| Pembimbing 2 | Setiyowati Rahardjo, S.K.M., M.K.M. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2025-01-17 10:54:24.965959 |
|---|