Artikel Ilmiah : I1B021069 a.n. YOSIANA NUR ALIFAH

Kembali Update Delete

NIMI1B021069
NamamhsYOSIANA NUR ALIFAH
Judul ArtikelHubungan antara Persepsi dengan Motivasi Kader Posyandu Lansia dalam Melengkapi Pengisian Kartu Menuju Sehat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Motivasi kader posyandu lansia yang rendah dalam melengkapi pengisian Kartu Menuju Sehat menghambat pemantauan kesehatan lansia. Motivasi ini dipengaruhi oleh persepsi keyakinan diri kader terhadap kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi dengan motivasi kader posyandu lansia dalam melengkapi pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS).

Metodologi: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 103 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner persepsi dan motivasi yang menggunakan skala likert. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Somers’d

Hasil penelitian: Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden mayoritas berusia 46 – 55 tahun. Mayoritas kader berpendidikan terakhir SMA ibu rumah tangga dengan pendapatan < UMK Banyumas tahun 2024. Mayoritas kader sudah menjabat ≥ 3 tahun. Kader sudah pernah mengikuti pelatihan mengenai tata cara pengisian KMS lansia. Selain itu, semua kader telah mendapatkan insentif dan mayoritas mendapatkan satu tahun sekali. Mayoritas kader memiliki persepsi dengan kategori sedang sebesar 85,4% dan motivasi dengan kategori rendah sebesar 56,3%. Analisis uji Somers’d diperoleh hasil nilai p-value = 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi dan motivasi kader dalam melengkapi pengisian KMS. Kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai r = 0,429 dan menunjukkan arah hubungan positif.

Kesimpulan: Semakin baik persepsi kader, maka motivasi kader dalam melengkapi pengisian KMS cenderung meningkat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Low motivation of elderly ‘posyandu’ cadres in completing Kartu Menuju Sehat filling hampers elderly health monitoring. This motivation was influenced by the perception of cadres' self-confidence in their abilities. This study aims to analyze the relationship between perceptions and motivation of elderly posyandu cadres in completing the filling of Kartu Menuju Sehat (KMS).

Method: This type of research was quantitative research with a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling with 103 research respondents. The research instrument was a perception and motivation questionnaire using a Likert scale. Data management used univariate analysis and bivariate analysis with Somers'd test.

Results: Univariate results showed the characteristics of most respondents aged 46- 55 years. The majority of cadres had a high school education. In addition, almost all cadres were housewives with income < 2024 Banyumas minimum wage. The majority of cadres had served ≥ 3 years. Cadres had participated in training and information on how to fill in the KMS was obtained from the training. In addition, all cadres had received incentives and the majority received them once a year. Most cadres had moderate perceptions at 85.4% and low motivation at 56.3%. Somers'd test analysis obtained a p-value = 0.001 (p < 0.05) showing a significant relationship between the perception and motivation of cadres in completing KMS filling. The strength of the relationship was moderate, with a value of r = 0.429, and it showed a positive relationship direction.

Conclusion: The better the perception of cadres, the more motivated cadres were to complete KMS filling.
Kata kunciKader, Kartu Menuju Sehat (KMS), motivasi, persepsi, posyandu lansia.
Pembimbing 1Asep Iskandar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom.
Pembimbing 2Lita Heni Kusumawardani, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-01-15 10:51:55.511377
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.