Artikel Ilmiah : C1A021075 a.n. FAZRIEL ALFATHAN
| NIM | C1A021075 |
|---|---|
| Namamhs | FAZRIEL ALFATHAN |
| Judul Artikel | ANALISIS PENGARUH SHADOW ECONOMY TERHADAP TAX BUOYANCY KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH PERIODE 2016-2022 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara yang berperan penting dalam mendukung operasional pemerintah dan pembangunan ekonomi. Salah satu indikator esensial yang mencerminkan tingkat responsivitas penerimaan pajak terhadap perubahan produk domestik bruto (PDB) adalah tax buoyancy. Meskipun mencatat penerimaan pajak daerah sebesar Rp 21.737 miliar pada tahun 2023, Jawa Tengah menempati posisi sebagai provinsi dengan tax buoyancy terendah di Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa potensi penerimaan pajak belum termanfaatkan secara optimal. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi ini adalah keberadaan aktivitas shadow economy yang mengakibatkan distorsi dalam estimasi potensi pajak dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas shadow economy terhadap tax buoyancy dengan pendekatan kuantitatif melalui model regresi data panel menggunakan metode Fixed Effect Model. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi populasi, investasi, dan ekonomi bayangan, sementara data sekunder diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tax buoyancy, sementara shadow economy menunjukkan pengaruh positif signifikan. Sebaliknya, variabel investasi menunjukkan pengaruh positif yang tidak signifikan. Temuan ini menggarisbawahi urgensi integrasi sektor informal ke dalam ekonomi formal. Kebijakan seperti insentif pajak, penyederhanaan regulasi, serta reformasi proses pendaftaran usaha yang mudah dan terjangkau dapat mendorong pelaku usaha untuk terdaftar secara resmi yang diharapkan mampu meningkatkan buoyancy pajak di Jawa Tengah secara berkelanjutan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Taxation serves as the primary source of state revenue, playing a pivotal role in supporting government operations and economic development. One essential indicator reflecting the responsiveness of tax revenue to changes in Gross Domestic Product (GDP) is tax buoyancy. Despite recording regional tax revenues of IDR 21,737 billion in 2023, Central Java ranks as the province with the lowest tax buoyancy on the island of Java. This indicates that the potential for tax revenue has not been fully optimized. One factor suspected of contributing to this condition is the presence of shadow economy activities, which distort the estimation of tax potential and economic growth. This study aims to analyze the impact of shadow economy activities on tax buoyancy through a quantitative approach utilizing a panel data regression model with the Fixed Effect Model method. The independent variables in this study include population, investment, and the shadow economy, while secondary data are obtained from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) and the Central Bureau of Statistics (BPS). The results reveal that population has a significant negative effect on tax buoyancy, whereas the shadow economy exhibits a significant positive effect. In contrast, the investment variable demonstrates a positive but insignificant effect. These findings highlight the urgency of integrating the informal sector into the formal economy. Policies such as tax incentives, regulatory simplification, and reforms to streamline business registration processes can encourage businesses to register officially. Such measures are expected to sustainably enhance tax buoyancy in Central Java. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Shadow Economy, Responsivitas Pajak, Pendekatan Ketenagakerjaan |
| Pembimbing 1 | Agus Arifin |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2025-01-14 08:21:56.645776 |