Artikel Ilmiah : G1A021041 a.n. RAHADIAN FARHAN AMANULLAH

Kembali Update Delete

NIMG1A021041
NamamhsRAHADIAN FARHAN AMANULLAH
Judul ArtikelAnalisis Pola Peresepan dan Biaya Terapi pada Pasien Dispepsia di Klinik Pratama Soedirman
Abstrak (Bhs. Indonesia)Prevalensi dispepsia di Indonesia diperkirakan 40-50%. Klinik Pratama Soedirman adalah fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan kasus dispepsia menduduki 10 besar dalam diagnosis terbanyak. Penggunaan obat berlebihan dalam terapi dispepsia menyebabkan beban ekonomi baik bagi fasilitas kesehatan maupun pasien. Penelitian mengenai analisis pola peresepan dan biaya terapi masih belum banyak dilakukan, terlebih di daerah Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola peresepan dan membandingkan biaya terapi pada pasien dispepsia yang dikeluarkan oleh Klinik Pratama Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif analitik pada 117 pasien dispepsia di Klinik Pratama Soedirman yang diteliti secara total sampling. Data diambil dari rekam medis pasien pada periode Maret-Agustus 2024. Data dianalisis secara univariat, lalu dianalisis bivariat menggunakan uji Chi-square atau Fisher Exact. Data biaya terapi dibandingkan dengan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. Sebanyak 77,78% pasien adalah perempuan, 85,47% berusia 18-25 tahun, dan 90,59% pasien menggunakan pembiayaan BPJS. Jumlah obat utama yang paling banyak digunakan adalah >1 obat (65,82%), dengan penggunaan obat adjuvan sebanyak 80 peresepan (68,37%). Jumlah obat adjuvan paling banyak adalah 1 obat adjuvan (72,5%). Terdapat perbedaan signifikan antara biaya terapi berdasarkan obat utama (p=0,008) dan penggunaan obat adjuvan (p=0,019). Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia, dan jenis pembiayaan pasien dengan pola peresepan dispepsia baik berdasarkan jumlah obat utama maupun penggunaan adjuvan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitas biaya terapi dengan hasil terapi pasien.
Abtrak (Bhs. Inggris)The prevalence of dyspepsia in Indonesia is estimated at 40-50%. Klinik Pratama Soedirman is a first-level health facility with dyspepsia cases ranking in top 10 in most diagnoses. The overuse of drugs in dyspepsia therapy causes economic burden for both health facilities and patients. There has not been much research on the analysis of prescribing patterns and therapy costs, especially in the Banyumas area. This study aims to identify the prescribing pattern and compare the cost of therapy in dyspepsia patients issued by Klinik Pratama Soedirman. This study was an observational study with descriptive analytic approach on 117 dyspepsia patients at Klinik Pratama Soedirman by total sampling. Data were taken from the patients' medical records in the period March-August 2024. Data were analyzed univariately, then analyzed bivariately using the Chi-square or Fisher Exact test. Data on therapy costs were compared using the Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests. 77.78% of patients were female, 85.47% were aged 18-25 years, and 90.59% of patients used BPJS financing. The most common number of main drugs used was >1 drug (65.82%), with the use of adjuvant drugs totaling 80 prescriptions (68.37%). The highest number of adjuvant drugs was 1 adjuvant drug (72.5%). There was a significant difference between the cost of therapy based on the main drug (p=0.008) and the use of adjuvant drugs (p=0.019). There was no significant association between gender, age, and type of patient financing with dyspepsia prescribing patterns whether based on number of main drugs or adjuvant drug uses. Further research is needed to assess the cost-effectiveness of therapy with patient outcomes.
Kata kuncipola peresepan, pola penggunaan obat, biaya terapi, dispepsia
Pembimbing 1Fajar Wahyu Pribadi
Pembimbing 2Joko Mulyanto
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-01-13 14:13:40.201857
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.