Artikel Ilmiah : G1A021045 a.n. IKHDA MARYAMA YUFI

Kembali Update Delete

NIMG1A021045
NamamhsIKHDA MARYAMA YUFI
Judul ArtikelAKTIVITAS EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) SEBAGAI ANTIJAMUR ISOLAT Aspergillus flavus DARI PASIEN OTOMIKOSIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Latar belakang: Aspergillus flavus merupakan isolat utama (54,43%) pada kasus otomikosis di negara-negara dengan iklim kering dan kondisi ekstrem seperti Indonesia, berbagai laporan menunjukkan resistensi A. flavus terhadap antijamur. Kayu manis (Cinnamomum burmannii), salah satu komoditas herbal andalan Indonesia, memiliki potensi sebagai agen antijamur yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan resistensi dalam terapi infeksi jamur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) pada konsentrasi 0,6%, 0,75%, dan 0,9% sebagai antijamur isolat A. flavus yang diambil dari pasien otomikosis secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental yang menilai diameter zona hambat pada kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol berupa kontrol negatif (aquades), kontrol positif (itraconazole), dan kontrol pelarut (DMSO 10%). Sedangkan kelompok perlakuan meliputi konsentrasi ekstrak kayu manis 0,6%, 0,75%, dan 0,9%. Skrining fitokimia ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) dilakukan menggunakan metode Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Hasil: Ekstrak kayu manis pada masing-masing konsentrasi 0,6%, 0,75%, dan 0,9% tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan A. flavus yang ditandai dengan tidak adanya zona bening di sekitar sumuran. Kesimpulan: Ekstrak kayu manis pada masing-masing konsentrasi s0,6%, 0,75%, dan 0,9% tidak efektif dalam menghambat pertubuhan jamur A. flavus.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

Background: Aspergillus flavus is the primary isolate (54.43%) in otomycosis cases in countries with dry climates and extreme conditions, such as Indonesia. Various reports indicate A. flavus resistance to antifungal agents. Cinnamon (Cinnamomum burmannii), one of Indonesia's leading herbal commodities, has potential as an antifungal agent that could solve resistance challenges in fungal infection therapy. Objective: This study aimed to determine the antifungal activity of cinnamon (Cinnamomum burmannii) extract at concentrations of 0,6%, 0,75%, and 0,9% against A. flavus isolates from otomycosis patients in vitro. Methods: This experimental study assessed the inhibition zone diameter in control and treatment groups. The control groups included a negative control (distilled water), a positive control (itraconazole), and a solvent control (10% DMSO). The treatment groups consisted of cinnamon extract at concentrations of 0,6%, 0,75%, and 0,9%. Phytochemical screening of cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) was conducted using Liquid Chromatography High-Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Results: Cinnamon extract at concentrations of 0,6%, 0,75%, and 0,9% does not exhibit any inhibitory activity against A. flavus growth, as indicated by the absence of a clear zone around the wells. Conclusion: Cinnamon extract at concentrations of 0,6%, 0,75%, and 0,9% was ineffective in inhibiting the growth of A. flavus.

Kata kunciAspergillus flavus, daya hambat, diameter zona bening, ekstrak kayu manis
Pembimbing 1Nia Krisniawati
Pembimbing 2Anton Budi Darmawan
Pembimbing 3Wahyu Dwi Kusdaryanto
Tahun2021
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-01-09 09:41:33.255382
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.