Artikel Ilmiah : F1C020011 a.n. FAYZA HASNA NUR AFIFAH
| NIM | F1C020011 |
|---|---|
| Namamhs | FAYZA HASNA NUR AFIFAH |
| Judul Artikel | Makna Tata Rias Aktor pada Pementasan Rahim oleh Teater SiAnak |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tata rias pada sebuah panggung pementasan teater merupakan salah satu elemen yang penting dalam pembentukan karakter seorang aktor. Tata rias dapat mengubah penampilan ataupun bentuk wajah seseorang, sehingga para aktor yang memerankan sebuah tokoh, dapat memiliki karakter yang sesuai dengan yang tertulis pada naskah. Setiap goresan, bentuk, teknik pengaplikasian, warna, dari tata rias yang digunakan memiliki arti tersendiri. Maka, riasan untuk sebuah pementasan penting untuk diperhatikan karena dapat menimbulkan misinterpretasi penonton jika penggunaannya tidak memiliki alasan yang rasional atau tidak sesuai dengan karakter yang ingin ditonjolkan. Sama halnya dengan tata rias yang digunakan oleh aktor pementasan Rahim yang diselenggarakan oleh Teater SiAnak. Setiap aktor, terutama dua aktor pemeran utama menggunakan riasan tertentu. Masing-masing makna riasan dari kedua aktor tersebut akan diteliti dengan landasan teori semiotika dari Ferdinand de Saussure yang memiliki dua komponen utama, yakni signifier (penanda) dan signified (petanda). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana makna yang terkonstruksi dari tata rias yang digunakan oleh dua aktor pemeran utama. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari empat informan yang merupakan aktor dan masing-masing penata riasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tata rias yang digunakan oleh para aktor dapat mengonstruksi banyak makna dan memiliki pesan non-verbal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tata rias pada sebuah panggung pementasan teater merupakan salah satu elemen yang penting dalam pembentukan karakter seorang aktor. Tata rias dapat mengubah penampilan ataupun bentuk wajah seseorang, sehingga para aktor yang memerankan sebuah tokoh, dapat memiliki karakter yang sesuai dengan yang tertulis pada naskah. Setiap goresan, bentuk, teknik pengaplikasian, warna, dari tata rias yang digunakan memiliki arti tersendiri. Maka, riasan untuk sebuah pementasan penting untuk diperhatikan karena dapat menimbulkan misinterpretasi penonton jika penggunaannya tidak memiliki alasan yang rasional atau tidak sesuai dengan karakter yang ingin ditonjolkan. Sama halnya dengan tata rias yang digunakan oleh aktor pementasan Rahim yang diselenggarakan oleh Teater SiAnak. Setiap aktor, terutama dua aktor pemeran utama menggunakan riasan tertentu. Masing-masing makna riasan dari kedua aktor tersebut akan diteliti dengan landasan teori semiotika dari Ferdinand de Saussure yang memiliki dua komponen utama, yakni signifier (penanda) dan signified (petanda). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana makna yang terkonstruksi dari tata rias yang digunakan oleh dua aktor pemeran utama. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari empat informan yang merupakan aktor dan masing-masing penata riasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tata rias yang digunakan oleh para aktor dapat mengonstruksi banyak makna dan memiliki pesan non-verbal. Abstract Makeup in a theater performance is one of the key elements in shaping a character for an actor. Makeup can alter a person’s appearance or facial features, allowing actors to embody characters that align with the script. Every stroke, shape, application technique, and color used in makeup carries its own meaning. Therefore, the makeup for a performance is crucial to ensure it is applied thoughtfully, as improper or irrational use may lead to misinterpretation by the audience or fail to convey the intended character traits. This is also true for the makeup used by actors in the play Rahim, staged by Teater SiAnak. Each actor, particularly the two main leads, uses specific makeup. The meanings behind the makeup of these two actors will be analyzed through the semiotic theory of Ferdinand de Saussure, which consists of two main components: the signifier and the signified. The aim of this study is to examine how the meaning constructed through the makeup used by the two lead actors. The research adopts a qualitative approach, with data collection techniques including in-depth interviews and documentary analysis. The subjects of this research consist of four informants: the actors and their respective makeup artists. The findings indicate that the makeup used by the actors constructs various meanings and conveys non-verbal messages. |
| Kata kunci | Tata Rias, Makna, Semiotika |
| Pembimbing 1 | Dr. Wisnu Widjanarko, M.Si., MIPR. CPR |
| Pembimbing 2 | Dr. Wiwik Novianti, S.Sos., M.I.Kom. |
| Pembimbing 3 | Dr. Nuryanti, S.IP., M.Sc. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2025-01-07 11:59:45.334431 |