Artikel Ilmiah : J1B018061 a.n. DIMAS FAJAR DZULQARNAIN
| NIM | J1B018061 |
|---|---|
| Namamhs | DIMAS FAJAR DZULQARNAIN |
| Judul Artikel | Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Ketidaksantunan dalam Debat Capres-Cawapres Pemilihan Umum Republik Indonesia 2024 (Kajian Pragmatik) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian dengan judul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Ketidaksantunan dalam Debat Capres-Cawapres Pemilihan Umum Republik Indonesia 2024 (Kajian Pragmatik)” ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja dan ketidaksantunan yang terjadi dalam debat capres-cawapres Pemilihan Umum Republik Indonesia 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode simak yang diterapkan pada penggunaan bahasa lisan dalam debat capres-cawapres Pemilihan Umum Republik Indonesia 2024. Metode simak dibantu dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Data terkumpul dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu dan disempurnakan dengan teknik hubung banding menyamakan. Hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan pelanggaran prinsip kerja sama dan ketidaksantunan dari setiap capres dan cawapres. Pada pelanggaran prinsip kerja sama, maksim yang paling mendominasi adalah maksim relevansi dan pada ketidaksantunan didominasi oleh ketidaksantunan negatif. Pada penelitian ini menjelaskan juga terkait pola debat yang terjadi serta paslon mana saja yang melakukan pelanggaran dari kedua pelanggaran tersebut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled "Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Ketidaksantunan dalam Debat Capres-Cawapres Pemilihan Umum Republik Indonesia 2024 (Kajian Pragmatik)" aims to describe the forms of violations of cooperative principle and impoliteness that occurred in the presidential-vice presidential candidate debate for General Election of the Republic of Indonesia 2024. The data collection method used in this research is the observation method which is applied to the use of spoken language in the presidential-cawapres debate in the 2024 Republic of Indonesia General Election. Observation method assisted with basic is the tapping techniques and advanced techniques in the form of uninvoled conversation observation technique and note taking tecnique. The data collected was analyzed using a pragmatic identity method with the technique of selecting determining elements and refined with the comparison comparison technique. As a result of this research, researchers found violations of cooperative principles and impoliteness from each presidential and vice-presidential candidate. In violations of cooperative principle, the most dominant maxim is the maxim of relevance and in impoliteness it is dominated by negative impoliteness. This research also explains the pattern of debates that occurred and which candidate pairs committed these two violations. |
| Kata kunci | pelanggaran prinsip kerja sama, strategi ketidaksantunan, dan pragmatik. |
| Pembimbing 1 | Ashari Hidayat |
| Pembimbing 2 | Octaria Putri Nurhayani |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 353 |
| Tgl. Entri | 2025-01-03 14:06:41.063996 |