Artikel Ilmiah : J1B018035 a.n. ZAHRA AULIANISA
| NIM | J1B018035 |
|---|---|
| Namamhs | ZAHRA AULIANISA |
| Judul Artikel | Makna Kultural dalam Tradisi Mendhem Ari-ari di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas: Kajian Etnolinguistik |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk satuan lingual, makna leksikal, dan makna kultural dalam tradisi mendhem ari-ari di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode penelitian menggunakan metode simak dengan teknik dokumentasi dan metode cakap dengan teknik dasar pancing. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual yang diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 24 leksikon dalam tradisi mendhem ari-ari di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas, yang terdiri atas 21 leksikon perlengkapan dan 3 leksikon prosesi. Leksikon tersebut kemudian dianalisis dari segi bentuk satuan lingual dan makna leksikal untuk memperoleh makna kulturalnya. Dari 24 leksikon tersebut secara keseluruhan memiliki makna doa dan harapan baik untuk bayi yang baru lahir agar kelak memiliki kehidupan yang baik dan terhindar dari gangguan makhluk halus serta hal-hal negatif. Selain itu makna tradisi mendhem ari-ari juga sebagai bentuk penghormatan kepada anggota tubuh manusia yang terlepas atau mati, yaitu dengan cara dikuburkan atau dipendhem. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This study aims to describe the form of lingual units, lexical meanings, and cultural meanings in the tradition of mendhem ari-ari in Patikraja District, Banyumas Regency using an ethnolinguistic approach. This research includes qualitative descriptive research, with the research method using the Simak method with documentation techniques and the Cakap method with basic fishing techniques. The data analysis in this study used the intralingual and extralingual matching method followed by the basic technique of sorting the determinant elements (PUP) and the advanced technique in the form of the comparative relationship technique to equalize the main thing (HBSP). Based on the results of data analysis, there are 24 lexicons in the tradition of mendhem ari-ari in Patikraja District, Banyumas Regency, consisting of 21 equipment lexicons and 3 procession lexicons. The lexicon is then analyzed in terms of the form of lingual units and lexical meaning to obtain its cultural meaning. Of the 24 lexicons, as a whole, they have the meaning of prayers and good wishes for newborns so that they will have a good life in the future and avoid the interference of spirits and negative things. In addition, the meaning of the tradition of mendhem ari-ari is also a form of respect for human limbs that are detached or dead, namely by being buried or buried. |
| Kata kunci | etnolinguistik, makna kultural, tradisi mendhem ari-ari |
| Pembimbing 1 | Farida Nuryantiningsih, S.S.,M.Hum |
| Pembimbing 2 | Gita Anggria Resticka, S.S., M.A |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 109 |
| Tgl. Entri | 2024-11-23 10:44:35.82101 |