Artikel Ilmiah : A1A020013 a.n. IZDA TIKAVIYANA
| NIM | A1A020013 |
|---|---|
| Namamhs | IZDA TIKAVIYANA |
| Judul Artikel | Kinerja Efisiensi Teknis Perajin Kursi Malas Bambu di Desa Kemutug Kidul dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Industri kerajinan kursi malas bambu merupakan salah satu agroindustri yang berkembang di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden. Industri kerajinan kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul dalam pengembangannya memiliki kendala yaitu adanya perbedaan biaya produksi yang dikeluarkan antar perajin kursi malas bambu sehingga berpengaruh terhadap besarnya pendapatan yang diperoleh. Biaya produksi yang dikeluarkan perajin kursi malas bambu meliputi biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya sewa tempat, dan biaya penyusutan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung penerimaan dan pendapatan yang diperoleh perajin kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul, 2) menganalisis tingkat efisiensi biaya perajin kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), serta menghitung dan menganalisis prediksi input yang diperlukan agar dapat diperoleh efisiensi biaya perajin kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul di masa yang akan datang menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian dilaksanakan di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden pada bulan Juli 2024 dengan menggunakan metode survei. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa Desa Kemutug Kidul dikenal sebagai pusat penghasil kursi malas bambu di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu perajin kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul yang masih aktif dalam memproduksi kursi malas bambu dan menjual hasil produksi kursi malas bambu kepada pedagang pengecer dan konsumen akhir tanpa perantara pedagang pengepul. Variabel yang diamati adalah pendapatan, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya sewa tempat, dan biaya penyusutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perajin kursi malas bambu di Desa Kemutug Kidul pada bulan Juni 2024 mengeluarkan rata-rata biaya tetap sebesar Rp78.843,00 dan rata-rata biaya variabel sebesar Rp11.527.400,00 serta memperoleh rata-rata penerimaan sebesar Rp12.800.000 dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.193.757,00. Tingkat efisiensi biaya perajin kursi malas bambu dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) model Variable Returns to Scale (VRS) yang berorientasi input diperoleh hasil bahwa terdapat 4 perajin kursi malas bambu yang memperoleh nilai efisiensi sama dengan satu (=1) yaitu DMU 2, DMU 3, DMU 4, dan DMU 5. Sementara itu, terdapat 1 perajin kursi malas bambu yang memperoleh nilai efisiensi kurang dari satu (<1) yaitu DMU 1 sebesar 0,89. Perajin kursi malas bambu yang mengalami input slack sebanyak 1 orang yaitu DMU 1, sedangkan perajin yang tidak mengalami input slack sebanyak 4 orang yaitu DMU 2, DMU 3, DMU 4, dan DMU 5. Prediksi input dilakukan dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) berdasarkan nilai radial movement dan slack movement yang diterapkan pada DMU 1 dengan mengurangi input berupa biaya bahan baku sebesar Rp1.550.123,00, biaya bahan penolong sebesar Rp31.600,00, biaya tenaga kerja sebesar Rp366.650,00, biaya sewa tempat sebesar Rp53.733,00, dan biaya penyusutan sebesar Rp25.398,00. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The bamboo reclining chair craft industry is a growing agro-industry in Kemutug Kidul Village, Baturraden District. In its development, this industry faces challenges due to differences in production costs incurred by bamboo reclining chair craftsmen, which affects the level of income earned. The production costs for bamboo reclining chair craftsmen include raw material costs, auxiliary material costs, labor costs, rental costs, and depreciation costs. This study aims to 1) calculate the revenue and income earned by bamboo reclining chair craftsmen in Kemutug Kidul Village, 2) analyze the cost efficiency level of bamboo reclining chair craftsmen in Kemutug Kidul Village using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach, and 3) calculate and analyze the input predictions required to achieve cost efficiency for bamboo reclining chair craftsmen in Kemutug Kidul Village in the future using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach. The study was conducted in Kemutug Kidul Village, Baturraden District, in July 2024 using a survey method. The study site was chosen purposively based on the consideration that Kemutug Kidul Village is known as a center for bamboo reclining chair production in Baturraden District, Banyumas Regency. Sample selection was done through purposive sampling with sample criteria including active bamboo reclining chair craftsmen in Kemutug Kidul Village who produce bamboo reclining chairs and sell them directly to retail traders and end consumers without intermediaries. The observed variables include income, raw material costs, auxiliary material costs, labor costs, rental costs, and depreciation costs. The results show that bamboo reclining chair craftsmen in Kemutug Kidul Village in June 2024 incurred an average fixed cost of Rp78,843 and an average variable cost of Rp11,527,400, with an average revenue of Rp12,800,000 and an average income of Rp1,193,757. Using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach with the input-oriented Variable Returns to Scale (VRS) model, it was found that four craftsmen achieved an efficiency score of one (=1), namely DMU 2, DMU 3, DMU 4, and DMU 5. Meanwhile, one craftsman (DMU 1) had an efficiency score of less than one (<1), specifically 0.89. One craftsman (DMU 1) experienced input slack, while the other four (DMU 2, DMU 3, DMU 4, and DMU 5) did not experience input slack. The input prediction, based on radial movement and slack movement values, was applied to DMU 1, recommending reductions in raw material costs by Rp1,550,123, auxiliary material costs by Rp31,600, labor costs by Rp366,650, rental costs by Rp53,733, and depreciation costs by Rp25,398. |
| Kata kunci | kursi malas bambu, efisiensi biaya, Data Envelopment Analysis (DEA) |
| Pembimbing 1 | Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 105 |
| Tgl. Entri | 2024-11-22 10:48:04.539536 |