Artikel Ilmiah : B1J008053 a.n. EKA WIDIYARTI

Kembali Update Delete

NIMB1J008053
NamamhsEKA WIDIYARTI
Judul ArtikelPENYAKIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN DI PERTANAMAN RAKYAT
DAERAH BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dikembangkan di Kabupaten Brebes. Brebes mampu memenuhi kebutuhan bawang merah nasional sebanyak 23%. Namun, produksi bawang merah di daerah Brebes menurun hingga 0,87% tiap tahunnya. Usaha-usaha peningkatan produksi bawang merah memiliki berbagai kendala, salah satunya adalah adanya penyakit yang disebabkan oleh patogen terutama cendawan sehingga hasil produksinya tidak maksimal. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Oktober 2012. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis penyakit pada tanaman bawang merah yang disebabkan oleh cendawan, mengetahui jenis cendawan patogennya dan mengetahui penyakit yang dominan pada tanaman bawang merah di pertanaman rakyat daerah Brebes. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling secara diagonal pada lima lokasi berbeda. Sampel tanaman sakit kemudian diidentifikasi dengan buku kunci identifikasi Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura dan buku Plant Disease Handbook, kemudian dideskripsikan sesuai gejala dan tanda penyakitnya dilanjutkan dengan mengisolasi serta mengidentifikasi cendawan patogen. Identifikasi cendawan patogen menurut buku kunci identifikasi Illustrated Genera Of Imperfect Fungi, Compedium of Soil Fungi dan Pengenalan Kapang Tropik Umum. Hasil dari penelitian ini ditemukan tiga penyakit pada tanaman bawang merah yaitu busuk umbi Fusarium, busuk umbi Aspergillus dan bercak daun Curvularia. Penyakit yang dominan adalah bercak daun Curvularia.
Abtrak (Bhs. Inggris)Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of the horticultural commodities which is highly developed in Brebes. Brebes contributes up to 23% to the national needs. But, its production decreased 0.87% annually. The intensification of shallot production face many problems, especially the diseases caused by pathogenic fungi resulted in low production. Research on the kind of diseases in the shallot crop that was mainly caused by the pathogenic fungus was conducted in May-October 2012. The purpose of this study was to determine the shallot diseases caused by the fungus, to find out the type of pathogenic fungi and determine the dominant disease in shallot crops in Brebes. The research was conducted using survey methods and sampling conducted by diagonally purposive method at five different locations. Diseased plant samples were identified according to identification key books of “Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura “and “Plant Disease Handbook”, and then described it according to the signs and symptoms of the disease followed with the isolation of pathogenic
2
fungi that cause disease and identify pathogenic fungi using “Illustrated Genera Of Imperfect Fungi”, “Compedium of Soil Fungi “ and Pengenalan Kapang Tropik Umum. The results of this study were the three diseases in shallot crops i.e, Fusarium tuber rot, Aspergillus tuber rot and Curvularia leaf spot. The dominant disease was Curvularia leaf spot.
Kata kunciIdentifikasi, penyakit, cendawan, bawang merah
Pembimbing 1Dra. PURNOMOWATI, SU.
Pembimbing 2Drs. EDDY TRI SUCIANTO, MP.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.