Artikel Ilmiah : F1A020068 a.n. INTAN ADILLIA NISSA

Kembali Update Delete

NIMF1A020068
NamamhsINTAN ADILLIA NISSA
Judul ArtikelKemerdekaan Pendidikan Anak Pedalaman (Analisis Semiotika Tentang Pendidikan Yang Membebaskan Dalam Film Sokola Rimba (2013))
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini di latar belakangi oleh pendidikan di Indonesia tidak tersebar secara merata, terutama pada daerah yang masuk dalam kategori 3T (Terluar, Terpencil, dan Tertinggal). Masyarakat belum mendapatkan akses dan fasilitas yang memadai untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan analisis semiotika tentang pendidikan yang membebaskan dalam film Sokola Rimba (2013). Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis semiotika model Charles Sanders Pierce. Model semiotika ini memfokuskan pada ikon, indeks, dan simbol yang muncul pada film Sokola Rimba. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa penafsiran dari ditafsirkan dari teks dialog, gambar, dan video dari film tersebut mampu menggambarkan sebuah realitas sosial. Realitas sosial tersebut adalah gambaran ketidakmerataan pendidikan dan perjuangan para tokoh untuk mendapat kemerdekaan pendidikan. Diharapkan artikel ini dapat membantu pemerintah agar lebih tanggap dalam mengurai persoalan seputar kemerdekaan pendidikan pada masyarakat pedalaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is based on the fact that education in Indonesia is not distributed evenly, especially in areas that fall into the 3 category (Outermost, Remote and Disadvantaged). The community does not yet have adequate access and facilities to carry out teaching and learning activities. The aim of this research is to understand and explain the semiotic analysis of liberating education in the film Sokola Rimba (2013). The author uses qualitative research methods and semiotic analysis according to the Charles Sanders Pierce model. This semiotic model focuses on icons, indices and symbols that appear in the film Sokola Rimba. The findings from this research are that the interpretation of dialogue text, images and videos from the film is able to depict a social reality. This social reality is a picture of educational inequality and the struggle of the figures to gain educational independence. It is hoped that this article can help the government to be more responsive in solving problems surrounding educational independence in rural communities.
Kata kunciMasyarakat Pedalaman, Kemerdekaan Pendidikan, Semiotika
Pembimbing 1Dr. Masrukin, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Arizal Mutahir, S.Sos., M.A.
Pembimbing 3Dr. Sulyana Dadan, S.Sos., M.A.
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-11-15 14:21:35.920427
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.