Artikel Ilmiah : F1F008105 a.n. DINAR WICAHYO
| NIM | F1F008105 |
|---|---|
| Namamhs | DINAR WICAHYO |
| Judul Artikel | DECLARATION OF POWER: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF BARRACK OBAMA’S ULTIMATUM TO MOAMMAR GHADDAFI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bahasa dan kekuatan memiliki keterkaitan. Penggunaan bahasa dapat merepresentasikan tingkatan sosial para penuturnya, khususnya ketika penggunaan bahasa itu dilandasi oleh kekuatan dan dominasi. Representasi kekuatan dan dominasi tersebut belum lama ini tergambar di dalam isu politik yang terjadi antara Libya dan Amerika Serikat terkait krisis yang terjadi di Libya. Barrack Obama sebagai perwakilan dari Amerika serikat dan sekutunya menyampaikan sebuah pidato ultimatum yang menunjukkan kekuatan dan dominasi yang lebih kuat dibandingkan dengan Moammar Ghaddafi, presiden Libya. Tujuan penelitian ini antara lain (1) untuk mengetahui properti verbal yang digunakan Barrack Obama untuk menunjukkan kekuatan dan dominasi dan (2) untuk menjelaskan bagaimana Barrak Obama menunjukkan kekuatan yang lebih dominan melalui pidatonya. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah ujaran-ujaran yang terdapat di dalam pidato Barrak Obama kepada Moammar Ghaddafi. Data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis yang berkolaborasi dengan pendekatan Pragmatik dan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan pidatonya, Barrack Obama menggunakan properti verbal yang menunjukkan kekuatan dan dominasi. Properti verbal tersebut tertuang dalam bentuk tindak tutur, modality dan tindakan komunikatif dan makna sosial. Dalam tidak tuturnya, Obama menyerang Ghaddafi secara verbal, memberikan perintah, peringatan serta ancaman kepada Ghaddafi terkait krisis yang terjadi di Libya. Melalui modality, Obama mengobligasi Ghaddafi dengan menggunakan kata kerja yang termodulasi. Melalui tindak komunikatif and makna sosial, Obama menghilangkan kata sapa penanda kesopanan “Mister” ketika menyebut nama Ghaddafi. Penggunaan properti verbal-properti verbal tersebut adalah bukti penggunaan kekuatan dan dominasi Obama terhadap Moammar Ghaddafi. Maka dari itu, pidato ultimatum Barrack Obama adalah sebuah pendeklarasian kekuatan; sebuah pidato yang didasari oleh kekuatan dan dominasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Language and Power are linked. Language use represents social hierarchy among its interlocutors, especially when its demonstration is determined by power and dominance. The representation of power and dominance through language occurred recently in the political issue between Libya and the United States related to the crisis emerging in Libya. Barrack Obama as the representative of the United States and allies delivered an ultimatum speech which showed power and dominance abuse over Moammar Ghaddafi, the president of Libya. The purposes of this research are (1) to find out the verbal properties used by Barrack Obama that reflect power and domination abuse and (2) to explain how Barrack Obama’s speech reflects the dominant power. This research applied the qualitative research method. The data were the utterances in Barrack Obama ultimatum speech to Moammar Ghaddafi. The data were analyzed using the Critical Discourse Analysis in collaboration with Pragmatic and Systemic Functional Linguistic approach. The result of the research showed that in delivering his ultimatum speech, Barrack Obama used verbal properties that reflect power and dominance. The verbal properties are in forms of speech acts, modality and communicative acts and social meanings. Through his speech acts, Obama verbally attacked, ordered, warned and threatened Ghaddafi due to the concerned crisis in Libya. Through the use of modality, Obama obligated Ghaddafi by using modulated verbs. Through communicative acts and social meanings, Obama omitted the vocative politeness marker “mister’ before Ghaddafi’s name when addressing him. The uses of such verbal properties mentioned above are evidences of Obama’s power and dominance abuse. Hence, Barrack Obama’s ultimatum speech is a declaration of power; a speech which is determined by power and dominance. |
| Kata kunci | properti verbal, kekuatan, pidato ultimatum Barrack Obama. |
| Pembimbing 1 | Tuti Purwati, S.S., M. Pd. |
| Pembimbing 2 | Indriyati Hadiningrum, S.S., M. Pd. |
| Pembimbing 3 | Kristianto Setiawan, S.S. |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |