Artikel Ilmiah : H1B020061 a.n. NATAN GILBERT SINAGA

Kembali Update Delete

NIMH1B020061
NamamhsNATAN GILBERT SINAGA
Judul ArtikelAnalisis Kedalaman Gerusan Lokal dan Angkutan Sedimen pada Pilar Jembatan Bancar Akibat Aliran Sungai Klawing
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sungai Klawing di Kabupaten Purbalingga memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai daerah melalui
Jembatan Kali Klawing Bancar. Namun, Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk transportasi, namun juga
rentan terhadap gerusan (scouring) di sekitar pilar jembatan, yang dapat menurunkan stabilitas struktur jembatan.
jembatan ini rentan terhadap gerusan yang dapat mengancam stabilitas strukturnya. Gerusan adalah proses alami yang
disebabkan oleh perubahan morfologi sungai atau adanya bangunan air yang mempengaruhi aliran dan transportasi
sedimen. Gerusan pada pilar jembatan sangat berbahaya karena dampak yang ditimbulkan akan menurunkan stabilitas
keamanan struktur jembatan, Gerusan yang muncul juga menunjukkan adanya sejumlah sedimen yang ada di aliran
sungai, sehingga perlu dilakukan juga perhitungan besar angkutan sedimen pada sungai. Penelitian ini menganalisis
kedalaman gerusan lokal dan volume angkutan sedimen di sekitar pilar jembatan menggunakan berbagai metode.
Hasilnya menunjukkan kedalaman gerusan dan volume angkutan sedimen yang bervariasi, yang dapat digunakan
untuk perbaikan desain dan pemeliharaan jembatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Klawing River in Purbalingga Regency plays an important role in connecting various areas through the Kali
Klawing Bancar Bridge. However, while the bridge is vital for transportation, it is also prone to scouring around its
piers, which can reduce the stability of the structure. Scouring is a natural process caused by changes in river
morphology or the presence of hydraulic structures that affect flow and sediment transport. Scouring around bridge
piers is particularly dangerous because it compromises the safety and stability of the bridge. The presence of scour
also indicates sediment transport in the river, which necessitates calculating the sediment load. This study analyzes the
local scour depth and sediment transport volume around the bridge piers using various methods. The results show
varying scour depths and sediment transport volumes, which can be used for bridge design improvements and
maintenance.
Kata kunciSedimen, Gerusan Lokal, Angkutan Sedimen
Pembimbing 1Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Wahyu Widiyanto, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-10-15 09:42:15.189515
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.