Artikel Ilmiah : I2A022015 a.n. NICHOLA KOTALE
| NIM | I2A022015 |
|---|---|
| Namamhs | NICHOLA KOTALE |
| Judul Artikel | Exploring the Perceptions Surrounding Marriage and Reproductive Health of Thalassemia Patients in Banyumas Regency |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Komplikasi penyakit thalassemia timbul karena kelebihan zat besi pada organ tubuh. Kelebihan zat besi di kelenjar endokrin menyebabkan hipogonadisme, yang kemudian mempengaruhi pertumbuhan organ reproduksi. Akibatnya, reproduksi di pasien thalassemia bukanlah prosedur yang normal. Thalasemia pasien mempertimbangkan untuk menikah dan berkeluarga Begitu banyak masalah psikologis dalam hidup yang terpengaruh oleh faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, kepatuhan terhadap pengobatan dan komplikasi. Faktor-faktor ini berperan dalam membentuk persepsi terhadap perkawinan dan reproduksi pasien talasemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi seputar pernikahan dan reproduksi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain yang dilakukan di Purwokerto, Jawa Tengah. Data dikumpulkan selama 37 peserta melalui wawancara dan kuesioner, untuk variabel sosiodemografi, sikap terhadap pengobatan, dan persepsi seputar pernikahan dan reproduksi. Data tadi dianalisis menggunakan versi software Microsoft excel dan Minitab 22. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia peserta adalah 26,41 dengan standar deviasi 5,93. Peserta termuda berusia 16 tahun dan tertua berusia 39 tahun. 84% peserta adalah perempuan dan 16% adalah perempuan pria. 75% peserta memiliki tingkat pendidikan tinggi sekolah atau lebih rendah, 81% mendapat dukungan ekonomi, dan 56% mendapat dukungan ekonomi pekerjaan dengan penghasilan. Sebagian besar peserta tidak pernah meninggalkan darah terapi transfusi, khelasi besi, dan kebutuhan lainnya perawatan. Banyak yang melaporkan mengalami dampak negatif dalam hidup mereka, meskipun tidak ada komplikasi. Telah menikah peserta masih melaporkan mengalami infertilitas, sementara beberapa lainnya punya anak. Banyak peserta setuju untuk diagnosis prenatal janin thalassemia tetapi tidak setuju dengan aborsi thalassemia janin. Peserta diwawancarai tentang persepsi mereka mengenai metode kontrasepsi pria dan wanita, hanya memiliki sedikit informasi pengetahuan mengenai subjek tersebut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: The complications of thalassemia arise due to iron overload in the bodily organs. Iron overload in the endocrine glands causes hypogonadism, which then affects the growth of reproductive organs. As a result, reproduction in thalassemia patients is not a normal procedure. Thalassemia patients considering marriage and having a family go through so many psychological problems in life, which are influenced by factors such as their socioeconomic status, adherence to treatment and complications. These factors play a role in shaping the perceptions towards marriage and reproduction of thalassemia patients. This study was aimed at exploring the perceptions surrounding marriage and reproduction. Method: This research was a descriptive study design conducted in Purwokerto, Central Java. Data was collected for 37 participants through interviews and questionnaires, for variables on sociodemographic, attitude to treatment, and perceptions surrounding marriage and reproduction. Data was analyzed using Microsoft excel and Minitab software version 22. Results: The results demonstrated that the average age of the participants was 26.41 with a standard deviation of 5.93. The youngest participant was 16 years and the oldest was 39 years old. 84% of the participants were female and 16% were male. 75% of the participants had an education level of high school or lower, 81% had economic support, and 56% had jobs with income. Most participants never abandoned blood transfusion therapy, iron chelation, and other necessary treatments. Many reported of experiencing negative impacts in their lives, despite the absence of complications. Married participants still report of experiencing infertility, while some have children. Many participants agree for prenatal diagnosis of thalassemia foetus but disagree on abortion of thalassemia foetus. Participants interviewed about their perception regarding male and female contraceptive methods, had little knowledge regarding the subject. |
| Kata kunci | Thalassemia, Reproductive Health, Marriage, |
| Pembimbing 1 | Siwi Pramatama Mars Wijayanti |
| Pembimbing 2 | Lantip Rujito |
| Pembimbing 3 | Budi Aji |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2024-08-30 09:20:21.287199 |