| NIM | F1B008044 |
| Namamhs | FIATUL CHASANAH |
| Judul Artikel | FORMULASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KAWASAN “SENTRA” DI DESA SOKARAJA LOR KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Proses formulasi pembangunan kawasan sentra (kuliner dan kerajinan) sebagai kawasan prioritas PLPBK di Desa Sokaraja Lor sangat didominasi kelompok kepentingan tertentu. Dikarenakan meskipun telah diupayakan adanya musyawarah, sebagian besar masyarakat bersikap pasif baik dalam mendefinisikan masalah, menetapkan agenda kebijakan, amupun dalam proses formulasi dan legitimasi. Hal tersebut dibuktikan dari sekian banyak masalah yang lolos dalam tahap agenda setting, kuliner dan kerajinan menjadi masalah yang mendapatkan perhatian besar dalam tahap formulasi dan legitimasi meskipun masalah tersebut tidak urgen. Dalam proses agenda settingtidak ditetapkan satu masalah yang masuk ke dalam agenda, karena semua masalah lolos sebagai agenda kebijakan. Selain itu, ide kawasan sentra kuliner dan kerajinan sendiri muncul dari BKM. Kenyataan tersebut merupakan sebuah ironi, mengingat hanya golongan tertentu yang merasakan manfaatnya. Di sisi lain inti dari PLPBK sendiri adalah masyarakat miskin sebagai subyek sekaligus obyek dalam upaya mewujudkan masyarakat sejahtera (madani).
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Formulation process of “central” area (art and culinary) were mostly dominated by certain interest of group. Eventhough, there were some discussions, most society responded passively in defining the problem, agenda setting, or even in legitimation and formulation step. It was proven by the great attention for art and culinary though it was not too urgent. In agenda setting process, wasn’t determined only by a handicap in the agenda, since all handicaps became the policy agenda. More over, there were still other problem which needed more attention. Besides, the idea about “central” area was from BKM. This fact was ironic since there were only certain groups who got the benefit from that. In fact, the main problem of PLPBK itself was the poor society as both subject and object in order to realize the prosperous society. |
| Kata kunci | formulasi kebijakan, PLPBK, kawasan “sentra”, masyarakat madani. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, M.S. |
| Pembimbing 2 | Drs. H. Ngalimun, MPA. |
| Pembimbing 3 | Drs. Muslih Faozanudin, M.Sc. |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|