| NIM | F1A017099 |
| Namamhs | MUHAMMAD DZAKI AFLAH |
| Judul Artikel | CITRA DIRI SISWA SMA PELAKU KLITIH DI KOTA JOGJA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | klitih, sebuah fenomena kejahatan yang semakin meresahkan di kalangan remaja di Yogyakarta, telah mendapatkan perhatian luas. klitih telah menjadi masalah serius di Yogyakarta, dengan banyak kasus yang merugikan korbannya. Siswa SMA yang sedang mengalami masa remaja, terutama mereka dalam fase pencarian identitas cenderung terlibat dalam klitih untuk mempertahankan citra diri dimata teman sebaya dan kelompok social mereka. Dalam konteks ini, factor identitas, tekanan kelompok, dan ekspetasi social memegang peranan penting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena perilaku klitih dan memahami pandangan siswa SMA pelaku klitih tentang citra diri yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku klitih, serta analisis dokumen dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja, terutama pelaku klitih, mengalami proses pencarian identitas diri yang berkontribusi pada motivasi mereka untuk terlibat dalam klitih. Faktor identitas, tekanan kelompok, dan ekspektasi sosial sangat memengaruhi partisipasi dalam klitih. Fenomena klitih di Yogyakarta berkaitan dengan citra diri remaja, tekanan kelompok, dan ekspektasi sosial. Perlu ada pendekatan holistik untuk mencegah dan mengatasi fenomena ini, dengan pendidikan yang lebih mendalam dan kesadaran akan dampak negatif klitih. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | klitih, a crime phenomenon making everyone worried among youngster in Yogyakarta, had been getting broad attention. klitih had become a serious problem in Yogyakarta, with many cases that were detrimental to its victims. High school students who were experiencing adolescence, especially those in the identity search phase, tend to engage in klitih to maintain their self-image in the eyes of their peers and social groups. In this context, identity factors, peer pressure, and social expectations played an important role. This study aimed to explain the phenomenon of klitih behavior and understood the views of high school students who commited klitih about their self-image. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with klitih perpetrators, as well as analysis of related documents and literature. The results of the study indicated that adolescents, especially klitih perpetrators, experience a process of searching for self-identity that contributes to their motivation to engage in klitih. Identity factors, peer pressure, and social expectations greatly influenced participation in klitih. The klitih phenomenon in Yogyakarta is related to adolescent self-image, peer pressure, and social expectations. There needed to be a holistic approach to prevent and overcome this phenomenon, with more in-depth education and awareness of the negative impacts of klitih. |
| Kata kunci | klitih, remaja, citra diri, Yogyakarta |
| Pembimbing 1 | Imam Santosa |
| Pembimbing 2 | Nalfaridas Baharuddin |
| Pembimbing 3 | Muslihudin |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2024-08-26 13:30:37.231224 |
|---|