| NIM | K1A017059 |
| Namamhs | LINTANG CAHYA DEWI KARTIKA |
| Judul Artikel | Formulasi Sediaan Masker Clay dengan Bahan Aktif Ekstrak Etil Asetat Daging Buah Ketapang (Terminalia catappa L.) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Masker wajah merupakan salah satu alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai perawatan sekaligus perlindungan terhadap penuaan dini khususnya pada kulit. Salah satu jenis masker wajah yang beredar dikalangan masyarakat adalah masker tipe clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik masker clay dari bahan aktif ekstrak etil asetat daging buah ketapang. Etil asetat memiliki kemampuan untuk mengekstraksi senyawa aktif dan dapat menghasilkan ekstrak yang relatif lebih murni serta stabil, sehingga dapat digunakan untuk mengekstraksi daging buah ketapang. Langkah penelitian yang dilakukan yaitu membuat formulasi masker clay dengan penambahan ekstrak etil asetat daging buah ketapang variasi konsentrasi 0,1; 0,3; 0,7; 0,9; 1%. Penentuan formulasi terbaik dilakukan menggunakan metode pengujian De Garmo yaitu, perhitungan bobot nilai dan nilai efektivitas berdasarkan variasi prioritas karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik masker clay adalah formulasi dengan konsentrasi ekstrak etil asetat daging buah ketapang sebesar 0,7% dengan nilai pH 6, daya sebar sediaan 5,3 cm, bobot jenis 1,02 g/mL, stabilitas sediaan 73,91%, beraroma tajam menyengat, berwarna putih kehijauan, dan bertekstur kental. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Facial masks are an alternative Indonesian people use as a treatment and protection against premature aging, especially of the skin. One type of facial mask circulating among the public is the clay-type mask. This research aims to determine the best formulation for a clay mask from the active ingredient ethyl acetate extract from the flesh of the ketapang. Ethyl acetate can extract active compounds and can produce an extract that is relatively pure and stable, so it can be used to extract the flesh of the ketapang. The research steps carried out were making a clay mask formulation with ethyl acetate extract from the flesh of the ketapang with varying concentrations of 0.1; 0.3; 0.7; 0.9; 1%. The best formulation was determined using the De Garmo testing method, namely, weight values and effectiveness values based on variations in characterization priorities. The results of the research showed that the best formulation for a clay mask was a formulation with a concentration of ethyl acetate extract of ketapang fruit flesh of 0.7% with a pH value of 6, a spreadability of 5.3 cm, a specific gravity of 1.02 g/mL, and emulsion stability 73.91% and has a pungent aroma, a greenish-white color, and a thick texture. |
| Kata kunci | masker wajah, clay, ketapang, formulasi terbaik |
| Pembimbing 1 | Moch. Chasani, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Undri Rastuti, S.Si., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 64 |
| Tgl. Entri | 2024-08-22 10:13:08.521323 |
|---|