Artikel Ilmiah : A1A017044 a.n. BRYAN SEPTANTA

Kembali Update Delete

NIMA1A017044
NamamhsBRYAN SEPTANTA
Judul ArtikelAnalisis Kelayakan Usahatani Padi Sawah dalam Program Sekolah Lapang IPDMIP di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu penghasil padi sawah di Kabupaten Banyumas adalah Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja. Desa Karangduren menjadi salah satu desa yang menerima program Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP). Jumlah produksi padi sawah di Desa Karangduren pada tahun 2021 sebanyak 1.420,65 ton dengan peningkatan produksi dari tahun 2020 sebanyak 191,05 ton. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi sawah dalam program Sekolah Lapang IPDMIP di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui kelayakan usahatani padi sawah dalam program Sekolah Lapang IPDMIP di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh atau sensus, sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu petani di Desa Karangduren yang mengikuti program Sekolah Lapang IPDMIP yang berjumlah 25 petani. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya usahatani, penerimaan usahatani, pendapatan usahatani, R/C ratio, dan break even point (BEP). Hasil penelitian ini yaitu rata-rata pendapatan petani padi sawah sebesar Rp15.327.402,51 per hektar. Hasil produksi padi sawah selama satu musim tanam per hektar sebesar 5.758,73 Kilogram lebih besar dari BEP Produksi 1.572,93 kilogram, penerimaan produksi sebesar Rp29.945.396,83 lebih besar dari nilai BEP penerimaan Rp8.179.232,08, dan harga sebesar Rp5.200,00 per kilogram lebih besar dari nilai BEP harga Rp2.538,41 per kilogram. Berdasarkan analisis R/C ratio, nilai R/C ratio menunjukkan hasil 2,05 lebih dari 1 artinya setiap Rp1 yang dikeluarkan oleh petani padi sawah menghasilkan penerimaan sebesar Rp2,05 sehingga usahatani padi sawah dalam program Sekolah Lapang IPDMIP di Desa Karangduren efisien atau layak untuk diusahakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)One of the producers of lowland rice in Banyumas Regency is Karangduren Village, Sokaraja District. Karangduren Village is one of the villages that received the Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) Field School Program. The amount of rice production in Karangduren Village in 2021 was 1,420.65 tons with an increase in production from 2020 of 191.05 tons. The objectives of this research are: 1) Knowing the cost of production, revenue, and income of rice farming in the IPDMIP Field School Program in Karangduren Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, 2) Knowing the Feasibility of lowland rice Farming in the IPDMIP Field School Program in Karangduren Village, Sokaraja District Banyumas. The research was conducted in Karangduren Village, Sokaraja District. The research method used in this study was the survey method. The research was conducted in April 2024. The sampling technique used was saturated samples or census, the sample used in this study was farmers in Karangduren village who participated in the IPDMIP Field School program totaling 25 farmers. The analysis used are farming cost analysis, farming revenues, farming income, R/C ratio, and break even point (BEP). The results of this research are that the average income of lowland rice farmers is IDR 15.327.402,51 per hectare. The production of rice fields during one planting season per hectare is 5.758,73 kilograms which is greater than the BEP production of 1.572,93 kilograms, production revenue is IDR 29,945,396.83 which is greater than the BEP revenue of IDR 8.179.232,08, and the price of IDR 5.200,00 per kilogram is greater than the BEP price of IDR 2.538,41 per kilogram. Based on the R/C Ratio analysis, the R/C Ratio value shows the results of 2.05 which is more than 1 meaning that every IDR 1 issued by lowland rice farmers produces revenue of IDR 2.05 so that the lowland rice Farming in the IPDMIP Field School Program in Karangduren Village is efficient or feasible to work on.
Kata kunciUsahatani, Padi Sawah, Kelayakan
Pembimbing 1Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P.
Pembimbing 2Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-08-22 08:43:07.057561
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.