| NIM | A1D020115 |
| Namamhs | CICI SAHITA |
| Judul Artikel | Pengaruh Pupuk Organik Cair Asal Bahan Jeroan Ikan dan Buah Maja Terhadap Pertumbuhan Tanaman Caisim |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pupuk organik cair adalah pupuk hasil fermentasi dari beragam bahan organik yang mengandung berbagai unsur hara, fitohormon, dan vitamin. Bahan organik dapat berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, kotoran manusia, limbah agroindustri, dan limbah pasar. Limbah pasar yang dapat dijadikan sebagai pupuk organik adalah limbah jeroan ikan dan bahan organik lainnya berupa buah maja. Kedua bahan organik tersebut mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu variasi konsentrasi pupuk organik cair. Perlakuan terdiri dari P1 (0 mL/L), P2 (10 mL/L), P3 (35 mL/L), P4 (60 mL/L), P5 (85 mL/L, dan P6 (110 mL/L). Data hasil analisis pupuk organik cair jeroan ikan dan buah maja dibandingkan dengan Standar mutu Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah minimal 2-6%. Hasil analisis pH dan kandungan hara NPK pupuk organik jeroan ikan dan buah maja belum memenuhi standar mutu dari Kepmentan, akan tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi mampu memberikan perbedaan pertumbuhan pada tanaman caisim, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, bobot basah, dan bobot kering. Perlakuan P4 (60 mL/L) menunjukkan respon terbaik terhadap tinggi tanaman, luas daun, kandungan klorofil, bobot basah, dan bobot kering tanaman pada minggu ke 5 setelah tanam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Liquid organic fertilizer is a fermented fertilizer from various organic materials that contain various nutrients, phytohormones, and vitamins. Organic materials can come from crop residues, animal waste, human waste, agro-industrial waste, and market waste. Market waste that can be used as organic fertilizer is fish offal waste and other organic materials in the form of maja fruit. Both organic materials contain nutrients needed by plants. This research is a pot experiment using a Randomized Group Design (RAK) consisting of one factor, namely variations in the concentration of liquid organic fertilizer. The treatment consisted of P1 (0 mL/L), P2 (10 mL/L), P3 (35 mL/L), P4 (60 mL/L), P5 (85 mL/L, and P6 (110 mL/L). Data from the analysis of liquid organic fertilizer of fish offal and maja fruit were compared with the quality standard of the Decree of the Minister of Agriculture Number 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 concerning Minimum Technical Requirements for Organic Fertilizers, Biological Fertilizers, and Soil Improvers of at least 2-6%. The results of pH analysis and NPK nutrient content of organic fertilizer of fish offal and maja fruit have not met the quality standards of the Ministry of Agriculture, but the results showed that variations in concentration were able to provide differences in growth in caisim plants, including plant height, number of leaves, leaf area, chlorophyll content, wet weight, and dry weight. Treatment P4 (60 mL/L) showed the best response to plant height, leaf area, chlorophyll content, wet weight, and dry weight of plants at week 5 after planting. |
| Kata kunci | Kata kunci: pupuk organik cair, unsur hara, jeroan ikan, buah maja |
| Pembimbing 1 | Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2024-08-22 07:39:17.53082 |
|---|