| NIM | A1D020025 |
| Namamhs | HILYA JULIANI |
| Judul Artikel | Pengaruh Strangulasi Dan Aplikasi Zat Pemecah Dormansi terhadap Pembuahan, Kerontokan Bunga Dan Buah Pada Jeruk Keprok Chokun (Citrus reticulata) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jeruk keprok chokun (citrus reticulata) merupakan salah satu jenis jeruk yang memiliki rasa manis dan aroma yang khas. Produksi jeruk di Indonesia mengalami fruktuasi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strangulasi dan aplikasi zat pemecah dormansi terhadap pembuahan, kerontokan bunga, dan buah pada jeruk keprok Chokun. Penelitian dilakukan di exfarm Universitas Jenderal Soedirman dari Juli 2023 hingga Januari 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan utama: strangulasi (tanpa strangulasi, strangulasi tunggal, strangulasi ganda) dan aplikasi zat pemecah dormansi (tanpa zat, KNO3 250 ppm, Etephon 150 ppm). sehingga terdapat 27 pohon jeruk sebagai objek penelitian. Strangulasi dilakukan dengan melilitkan kawat berdiameter 1,5 mm pada batang bawah dan dilepas setelah tiga bulan. Zat pemecah dormansi diaplikasikan setelah kawat dibuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strangulasi berpengaruh dalam meningkatkan jumlah buah, kerontokan bunga dan buah, serta kandungan karbon daun pada saat 32 hari setelah perlakuan (HSP). Aplikasi zat pemecah dormansi tidak memberikan pengaruh pada semua perlakuan. Interaksi antara strangulasi dan zat pemecah dormansi berpengaruh pada jumlah buah, kandungan karbon daun pada saat 64 HSP, dan rasio C/N. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik strangulasi dan aplikasi zat pemecah dormansi dapat meningkatkan produksi jeruk keprok. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Chokun mandarin oranges (Citrus reticulata) are known for their sweet taste and distinctive aroma. Orange production in Indonesia fluctuates annually. This research aims to investigate the effects of strangulation and dormancy-breaking agent application on fruiting, flower drop, and fruit drop in Chokun mandarin oranges. The study was conducted at the exfarm of Universitas Jenderal Soedirman from July 2023 to January 2024 using a Completely Randomized Design (CRD) with two main treatments: strangulation (no strangulation, single strangulation, double strangulation) and dormancy-breaking agent application (no agent, KNO3 250 ppm, Etephon 150 ppm), involving a total of 27 orange trees as research subjects. Strangulation involved wrapping a 1.5 mm diameter wire around the lower stem, which was removed after three months. Dormancy-breaking agents Application does not have any effect on any of the treatments. Results indicated that strangulation increased flower and fruit numbers, flower and fruit drop, and leaf carbon content at 32 days after treatment (DAT). Interaction between strangulation and dormancy-breaking agents affected fruit numbers, leaf carbon content at 64 DAT, and C/N ratio. This study demonstrates that combining strangulation techniques and dormancy-breaking agent applications can enhance Chokun mandarin orange production. |
| Kata kunci | Jeruk, Strangulasi, KNO3, ethepon |
| Pembimbing 1 | Prof.Dr.Ir Sakhidin,M.P |
| Pembimbing 2 | Prof.Dr. Heru Adi Djatmiko, M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2024-08-21 16:30:46.190603 |
|---|