Artikel Ilmiah : A1D019164 a.n. DESMARIO PUERTO
| NIM | A1D019164 |
|---|---|
| Namamhs | DESMARIO PUERTO |
| Judul Artikel | Agroklimat Pada Sistem Pematah Angin di Lahan Pesisir Pantai |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik agroklimat pada sistem pematah angin fisik di lahan pasir pantai Jetis. Wilayah pesisir pantai memiliki karakteristik agroklimatik yang unik, termasuk kelembapan tinggi, suhu moderat, dan pengaruh signifikan dari air laut. Faktor-faktor ini berdampak pada pola pertumbuhan tanaman dan ketersediaan sumber daya alam. Kelembapan tinggi sering kali mendukung pertumbuhan tanaman tetapi juga meningkatkan resiko penyakit tanaman yang berkaitan dengan kelembapan. Konduktivitas listrik tanah dapat terpengaruh oleh keberadaan air laut, aerosol garam, dan struktur tanah khas pesisir. Manajemen tanah yang bijaksana dan adaptasi varietas tanaman yang sesuai menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil pertanian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial 2 x 9 x 3 dengan tiga faktor perlakuan: sistem pertanaman (tanpa pematah angin dan pematah angin plastik 2 meter), jarak pematah angin (berbagai jarak di depan dan di belakang pematah angin), dan tinggi pengamatan (0 cm, 100 cm, dan 200 cm di atas permukaan tanah). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji F dan Uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati meliputi suhu udara, suhu tanah, kelembapan udara, kecepatan angin, intensitas cahaya, EC (Electric Conductivity) tanah, EC udara, EC air laut, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim berpengaruh signifikan terhadap variabel suhu udara, suhu tanah, kecepatan angin, intensitas cahaya, EC air laut, dan pH tanah. Jenis pematah angin berpengaruh nyata terhadap kecepatan angin dan intensitas cahaya. Ketinggian pengamatan berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diamati. Tidak ada pengaruh signifikan dari jarak terhadap variabel yang diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pematah angin fisik efektif dalam mengelola kondisi agroklimat di lahan pasir pantai Jetis, dengan berbagai variabel menunjukkan perubahan signifikan berdasarkan musim, jenis pematah angin, dan ketinggian pengamatan. Optimalisasi sistem pematah angin fisik dapat menjadi strategi penting dalam pengelolaan lahan pesisir untuk meningkatkan produktivitas pertanian. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to examine the agroclimatic characteristics of the physical windbreak system on the coastal sand land of Jetis. Coastal areas have unique agroclimatic characteristics, including high humidity, moderate temperatures, and significant influence from seawater. These factors impact plant growth patterns and the availability of natural resources. High humidity often supports plant growth but also increases the risk of humidity-related plant diseases. Soil electrical conductivity can be affected by the presence of seawater, salt aerosols, and typical coastal soil structure. Wise soil management and the adaptation of suitable plant varieties are key to optimizing agricultural yields. This study uses a factorial Completely Randomized Block Design (CRBD) of 2 x 9 x 3 with three treatment factors: the planting system (without windbreaks and with 2-meter plastic windbreaks), the distance from the windbreak (various distances in front of and behind the windbreak), and the observation height (0 cm, 100 cm, and 200 cm above ground level). The research data were analyzed using the F-Test and further tested with DMRT at a 5% error level. The variables observed include air temperature, soil temperature, air humidity, wind speed, light intensity, soil electrical conductivity (EC), air EC, seawater EC, and soil pH. The research results show that the season significantly affects the variables of air temperature, soil temperature, wind speed, light intensity, seawater EC, and soil pH. The type of windbreak significantly affects wind speed and light intensity. Observation height significantly affects all the variables observed. There is no significant effect of distance on the observed variables. This study concludes that the use of physical windbreaks is effective in managing agroclimatic conditions on the coastal sand land of Jetis, with various variables showing significant changes based on the season, type of windbreak, and observation height. Optimizing the physical windbreak system can be an important strategy in coastal land management to enhance agricultural productivity. |
| Kata kunci | agroklimat, pematah angin, air laut, dan pasir pantai |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Saparso, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Joko Maryanto, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2024-08-21 15:59:32.888566 |