Artikel Ilmiah : J1B020025 a.n. FARAH AZZAHRA
| NIM | J1B020025 |
|---|---|
| Namamhs | FARAH AZZAHRA |
| Judul Artikel | DISFEMISME DALAM JUDUL UNGGAHAN BERTEMA POLITIK DI INSTAGRAM @NARASINEWSROOM (KAJIAN SEMANTIK) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penggunaan bahasa kini tidak hanya melalui alat ucap saja, melainkan merambah ke dunia digital. Instagram adalah salah satu platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan foto atau video dengan disertai keterangan. Tanpa sadari, terdapat penggunaan disfemisme yang digunakan oleh suatu akun atau pengguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan disfemisme dan fungsi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode simak untuk pengumpulan data, yang mencakup teknik dasar sadap, serta teknik lanjutan simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode oadan intralingual dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan hubung banding memperbedakan. Hasil analisis disajikan secara informal. Pada penelitian ini, ditemukan ungkapan disfemisme yang berfungsi untuk menegaskan/memperkasar ungkapan, merendahkan, menunjukkan rasa marah, tidak suka, atau jengkel, memberikan gambaran negatif lawan politik, dan menunjukkan kekuasaan. Penelitian ini terbatas pada analisis fungsi penggunaan saja, sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The use of language is now not only through speech, but also through the digital world. Instagram is one of the digital platforms that allows users to share photos or videos with captions. Without realising it, there is the use of dysphemism used by an account or user for certain purposes. This research was conducted to find out the use of dysphemism and the function of its use. This research uses the listening method for data collection, which includes basic tapping techniques, as well as advanced techniques of free listening, recording, and noting. The collected data were analysed using the intralingual method with the basic technique of sorting out the determining elements (PUP) and the follow-up technique of comparative relationship to distinguish. The results of the analysis are presented informally. In this study, dysphemisms were found that functioned to emphasise/refine expressions, denigrate, show anger, dislike, or annoyance, give a negative picture of political opponents, and show power. This research is limited to analysing the function of use only, so more in-depth research needs to be done. |
| Kata kunci | Disfemisme, Eufemisme, Liputan6, Narasinewsroom, Semantik |
| Pembimbing 1 | Farida Nuryantiningsih, S.S.,M.Hum |
| Pembimbing 2 | Erwita Nurdiyanto, S.S.,M.A |
| Pembimbing 3 | Ashari Hidayat, S.S.,M.A |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2024-08-21 15:26:54.371776 |