Artikel Ilmiah : A1A017037 a.n. ARDILLA NOVITA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMA1A017037
NamamhsARDILLA NOVITA PUTRI
Judul ArtikelANALISIS RISIKO USAHATANI PADI ORGANIK
(STUDI KASUS DI DESA DAWUHAN DAN KALISUBE,
KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Prospek pengembangan beras organik dalam negeri sangat positif terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pelaksanaan usahatani tidak dapat terlepas dari adanya risiko yang dihadapi. Perubahan musim di Indonesia yaitu antara kemarau-penghujan atau penghujan-kemarau menjadi salah satu risiko dalam produksi padi organik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi organik, dan 2) Mengetahui tingkat risiko produksi, harga, dan pendapatan usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dawuhan dan Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada Juni 2023. Objek dalam penelitian ini yaitu petani padi organik yang memiliki sertifikat Kelompok Tani dari LSO Inofice Bogor. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus dengan jumlah 18 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata pendapatan usahatani padi organik pada musim kemarau sebesar Rp15.959.190 per hektar per musim tanam dengan biaya produksi sebesar Rp11.243.875 per hektar per musim tanam dan penerimaan sebesar Rp27.203.065 per hektar per musim tanam. Rata-rata pendapatan usahatani padi organik pada musim penghujan sebesar Rp24.523.865 per hektar per musim tanam dengan biaya produksi sebesar Rp11.716.078 per hektar per musim tanam dan penerimaan sebesar Rp36.239.943 per hektar per musim tanam. 2) Tingkat risiko produksi usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube tergolong tinggi dengan nilai koefisien variasi 82,49 persen pada musim kemarau dan 82,12 persen pada musim penghujan. Tingkat risiko harga usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube tergolong rendah dengan nilai koefisien variasi yang sama pada musim kemarau dan penghujan yaitu 3,07 persen. Tingkat risiko pendapatan usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube tergolong tinggi dengan nilai koefisien variasi 90,05 persen pada musim kemarau dan 86,89 persen pada musim penghujan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The prospect of developing organic rice in the country is very positive, especially to meet the needs of the domestic market. The implementation of farming cannot be separated from the risks faced. Seasonal changes in Indonesia, namely between dry-rainy or rainy-dry, are one of the risks in organic rice production. The objectives of this study were 1) Knowing the cost, revenue, and income of organic rice farming, and 2) To determine the level of production risk, price, and income of organic rice farming in Dawuhan and Kalisube Villages, Banyumas Regency. The research method used in this research is a case study. This research was conducted in Dawuhan and Kalisube Villages, Banyumas District, Banyumas Regency in June 2023. The object of this research is organic rice farmers who have a Farmer Group certificate from LSO Inofice Bogor. The sampling technique used saturated sampling technique or census with a total of 18 respondents. Data analysis used in this study is the analysis of costs, revenues, income and risk. The results showed that 1) The average income of organic rice farming in the dry season is Rp15,895,334 per hectare per growing season with production costs of Rp11,307,732 per hectare per growing season and receipts of Rp27,203,065 per hectare per growing season. The average income of organic rice farming in the rainy season is Rp24,460,008 per hectare per growing season with production costs of Rp11,779,935 per hectare per growing season and receipts of Rp36,239,943 per hectare per growing season. 2) The level of production risk of organic rice farming in Dawuhan and Kalisube villages is high with a coefficient of variation of 82.49 percent in the dry season and 82.12 percent in the rainy season. The level of risk of organic rice farming prices in Dawuhan and Kalisube villages is low with the same coefficient of variation in the dry and rainy seasons, namely 3.07 percent. The level of risk of organic rice farming income in Dawuhan and Kalisube villages is high with a coefficient of variation of 89.11 percent in the dry season and 86.25 percent in the rainy season.
Kata kunciPadi organik, risiko, dan usahatani.
Pembimbing 1Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Ratna Satriani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2024-08-21 12:16:30.354872
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.