Artikel Ilmiah : L1A020075 a.n. JASMINE ANNISA VALENCIA

Kembali Update Delete

NIML1A020075
NamamhsJASMINE ANNISA VALENCIA
Judul ArtikelSTRATEGI PEMANFAATAN TANAMAN NIPAH (Nypa fruticans) SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI SEGARA ANAKAN, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Segara Anakan merupakan kawasan ekosistem laguna yang ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan bakau, salah satunya tanaman nipah. Saat ini, masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa nipah tidak memiliki manfaat, sehingga pemanfaatannya belum optimal. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui strategi pemanfaatan nipah yang optimal di Segara Anakan berdasarkan data kerapatan, morfologi, dan kuisioner. Metode yang digunakan untuk data kerapatan dan morfologi menggunakan purposive sampling dengan transek kuadran. Selain itu, penentuan strategi digunakan metode survei dan metode observasi untuk dilakukan analisis SWOT. Analisis data dilakukan menggunakan rumus kerapatan nipah serta analisis SWOT faktor internal dan eksternal melalui tabel IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan nipah sebesar 2.080 ind/ha di Kutawaru dan 1.440 ind/ha di Ujungalang, dengan diameter batang, panjang daun, lebar daun, keliling buah, dan jumlah buah yang lebih unggul, yaitu di Ujungalang. Status pendidikan masyarakat tergolong rendah, mayoritas pekerjaan adalah pengrajin nipah, tingkat pemanfaatan nipah sudah cukup maksimal, produk olahan terbanyak adalah atap dan lidi, tujuan pemasaran terbanyak kepada pengepul Cilacap, biaya produksi didominansi oleh rentang Rp1.500.000,00-Rp2.500.000,00, serta pendapatan masyarakat tergolong sedang. Kelurahan Kutawaru berada pada kuadran alternatif I yang fokus pada strategi progresif, sedangkan Desa Ujungalang berada pada kuadran alternatif III yang fokus pada strategi turn around.
Abtrak (Bhs. Inggris)Segara Anakan is a lagoon ecosystem area that is the habitat of mangrove plants, including the nipah. Currently, communities think nipah has no benefits, so the utilization is not optimal. The purposes of this research are to find out the utilization strategy of nipah based on density, morphology, and questionnaire data. The method used for density and morphology is purposive sampling with quadrant transect. To determine the strategy is use survey and observation method for SWOT analysis. Data analysis included calculating density and SWOT analysis of internal and external factors using IFAS and EFAS tables. The results showed nipah density is 2.080 ind/ha in Kutawaru and 1.440 ind/ha in Ujungalang, with stem diameter, leaf length, leaf wide, circumference of fruit, and number of fruit are superior at Ujungalang. The communities educational status is relatively low, most communities activity is nipah craftwork, nipah utilization already quite high, especially for roof and broom stick. The primary marketing target is Cilacap collectors, and production costs are in the range Rp1.500,000,00 -Rp2.500,000,00, and the communities income is classified as moderate. Kutawaru village is in alternative quadrant I, focusing on progressive strategies, while Ujungalang village is in alternative quadrant III, focusing on turn around strategies.
Kata kunciTanaman nipah, kerapatan, morfologi, strategi alternatif, Segara Anakan
Pembimbing 1Dr. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si.
Pembimbing 2Sesilia Rani Samudra, S.Pi., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2024-08-21 10:55:52.330127
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.