Artikel Ilmiah : E1A017288 a.n. FREZA ALI RAMADHAN

Kembali Update Delete

NIME1A017288
NamamhsFREZA ALI RAMADHAN
Judul ArtikelTINDAK PIDANA SENGAJA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR DAN ATAU PERSYARATAN KEAMANAN, KHASIAT DAN ATAU KEMANFAATAN DAN MUTU
(Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan adalah obat, sehingga masyarakat perlu untuk memiliki pengetahuan tentang penggunaan obat yang tepat. Undang-Undang Kesehatan menyebutkan bahwa distribusi obat wajib memiliki izin, dan menyebutkan juga tentang larangan distribusi obat bagi siapa saja seseorang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tentang obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu dan untuk mengetahui mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt. Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt. Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Pertimbangan Hakim dalam penerapan unsur-unsur tindak pidana sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu telah sesuai dengan Pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur pasal yang didakwakan, unsur-unsur dimaksud sebagai berikut: Setiap orang; Tidak memiliki keahlian dan kewenangan; Mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan; Obat dan bahan berkhasiat obat.Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt. Pertama, Hakim menggunakan pandangan hukum pada Pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 yang unsur-unsurnya telah terpenuhi, Kedua Hakim menggunakan kelengkapan alat bukti berupa keterangan para saksi, surat dan keterangan Terdakwa, hal yang meringankan dan yang memberatkan Terdakwa serta fakta yang terungkap dalam persidangan, ketiga, adalah subjektivitas hakim itu sendiri. Hakim menilai bahwa terdakwa menghendaki sendiri perbuatannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)One important element in health services is medicine, so people need to have knowledge about the appropriate use of medicine. The Health Law states that distribution of drugs must have a permit, and also states that it is prohibited to distribute drugs to anyone who does not have expertise and authority regarding drugs. This research aims to determine the application of the elements of the criminal act of deliberately distributing pharmaceutical preparations that do not meet the standards or requirements for safety, efficacy, usefulness and quality and to find out the basis of the legal considerations of the Purwokerto District Court Judge in imposing a crime on the defendant in the Purwokerto District Court Decision Number 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt. Normative juridical approach method. Descriptive analysis specifications, Secondary data source Purwokerto District Court Decision Number 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt.. Collection of literature study data, presented in the form of descriptions and analyzed using qualitative normative methods. The judge's considerations in applying the elements of the criminal act of deliberately distributing pharmaceutical preparations that do not meet the standards or requirements for safety, efficacy, usefulness and quality are in accordance with Article 196 of Law no. 36 of 2009. The defendant's actions have been legally and convincingly proven to fulfill the elements of the article charged, the elements are as follows: Every person; Lacks expertise and authority; Providing, storing, processing, promoting and distributing; Medicines and substances with medicinal properties. Judge's considerations in imposing a crime on the criminal act of deliberately distributing pharmaceutical preparations that do not meet the standards or requirements for safety, efficacy, usefulness and quality in Purwokerto District Court Decision Number 132/Pid.Sus/2020/PN. Pwt. First, the judge used the legal perspective in Article 196 of Law no. 36 of 2009, the elements of which have been fulfilled, both Judges used complete evidence in the form of statements from witnesses, letters and statements from the Defendant, mitigating and aggravating matters to the Defendant as well as facts revealed in the trial. Third, it was the judge's own subjectivity. The judge considered that the defendant intended his own actions.
Kata kunciTindak Pidana, Mengedarkan, Sediaan famasi, Tidak memenuhi standar
Pembimbing 1Dr. Budiyono, S. H., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H.
Pembimbing 3DR. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Tahun2017
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2024-08-20 10:07:51.596314
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.