Artikel Ilmiah : B1A018082 a.n. DAFFA DHIYAULHAQ

Kembali Update Delete

NIMB1A018082
NamamhsDAFFA DHIYAULHAQ
Judul ArtikelDekolorisasi Limbah Batik menggunakan Aspergillus sp.3 yang Terimobilisasi Bagasse Tebu
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia memiliki berbagai sektor industri yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu industri yang sedang berkembang adalah industri batik. Hal tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Namun, industri batik juga dapat memberikan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan oleh limbah cair yang dihasilkan. Beberapa upaya yang dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain secara fisika, kimia dan biologi. Jamur Aspergillus menjadi salah satu agen biologis yang mampu mendekolorisasi limbah tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan mengimobilisasikan jamur pada suatu substrat yang salah satunya adalah bagasse tebu. Kelebihan dari metode imobilisasi antara lain dapat melindungi jamur, meningkatkan aktivitas, serta memungkinkan jamur untuk digunakan secara terus-menerus. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu variasi berat bagasse tebu dengan volume limbah. Pengujian diawali dengan menyiapkan inokulum jamur yang digunakan untuk imobilisasi pada bagasse tebu. Bagasse tebu yang sudah terimobilisasi jamur kemudian digunakan untuk mendekolorisasi limbah batik. Pengujian dilakukan dengan mengukur persentase dekolorisasi. Tahap selanjutnya adalah uji penggunaan berulang bagasse terimobilisasi jamur untuk mengetahui jumlah siklus yang dapat dilakukan oleh bagasse terimobilisasi jamur dalam mendegradasi limbah batik. Data hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova), kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Aspergillus sp.3 terimobilisasi bagasse tebu dapat mendekolorisasi limbah batik dengan berbagai perlakuan berat bagasse tebu yang berbeda. Berat bagasse tebu yang paling optimal untuk mendekolorisasi limbah batik yaitu berat 20 g persentase dekolorisasi 74,29%. Hasil tersebut didukung dengan hasil pengukuran kadar DO, nilai pH, kadar TDS dan nilai suhu serta kemampuan Reusebility.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia has various industrial sectors that are experiencing very rapid development. One of the growing industries is the batik industry. This certainly has a positive impact, one of which is on improving the community's economy. However, the batik industry can also have a negative impact such as environmental damage by the liquid waste produced. Liquid waste usually comes from the fabric processing and coloring processes in the batik making process. Several efforts have been developed to overcome this problem, including physics, chemistry and biology. Aspergillus fungus is one of the biological agents that can degrade the waste. One method that can be used is by immobilizing the fungus on a substrate, one of which is sugarcane bagasse. The advantages of the immobilization method include protecting the fungus, increasing activity, and allowing the fungus to be used continuously.
The research method used is experimental Completely Randomized Design (CRD) with treatment, namely variations in sugarcane bagasse weight with waste volume. The test begins with preparing the fungal inoculum used for immobilization on sugarcane bagasse. Bagasse cane that has been immobilized by fungi is then used to degrade batik waste. Tests were carried out by measuring percentage of decolorization. The next stage is the repeated use test of fungus-immobilized bagasse to determine the number of cycles that can be carried out by fungus-immobilized bagasse in degrading batik waste. The data obtained were then analyzed using Analysis of Variance (Anova), then continued with the Tukey test.
The results showed that the treatment of Aspergillus sp.3 immobilized sugarcane bagasse can decolorize batik waste with a variety of different sugarcane bagasse weight treatments. The most optimal weight of bagasse cane to decolorize batik waste is 20 g with a decolorization percentage of 74.29%. These results are supported by the results of measuring DO levels, pH values, TDS levels and temperature values and reusability.
Kata kunci Aspergillus, bagasse tebu, dekolorisasi, degradasi limbah batik
Pembimbing 1Dr. Ratna Stia Dewi, M.Sc.
Pembimbing 2Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman38
Tgl. Entri2024-08-20 09:23:09.385283
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.