Artikel Ilmiah : A1D020168 a.n. ADIN HERIYAN NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMA1D020168
NamamhsADIN HERIYAN NUGROHO
Judul ArtikelKERAGAMAN MORFO-MOLEKULER PADI VARIETAS UNGGUL NASIONAL BERDASARKAN KARAKTER GABAH DAN MARKA STS (SEQUENCE-TAGGED SITE)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Padi varietas unggul nasional merupakan plasma nutfah yang dapat dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman, karena memiliki karakter-karakter superior. Pendugaan keragaman dan kekerabatan genetik padi varietas unggul nasional dapat menyediakan informasi untuk menentukan arah pengembangan varietas dan evaluasi pemuliaan tanaman selanjutnya. Oleh karena itu, sebanyak 82 genotipe padi varietas unggul digunakan dalam studi keragaman dan kekerabatan berdasarkan empat karakter gabah dan 10 marka STS (Sequence-Tagged Site). Berdasarkan karakter gabah, sebagian besar genotipe cenderung mengelompok pada satu klaster yang memiliki karakter gabah panjang-sempit, dari tiga klaster yang terbentuk. Profil marka dan kekerabatan marka STS menjelaskan bahwa padi varietas unggul memiliki tingkat keragaman genetik yang rendah dan pola pengelompokan genotipe tidak mempresentasikan subspesies atau tipe agroekosistem. Sebagian besar genotipe memiliki karakteristik yang relatif sama dan tergolong sebagai subspesies indica, merujuk pada evaluasi karakter gabah dan marka STS. Dengan demikian, pengembangan padi varietas unggul kedepan perlu ditujukan untuk menghindari penyempitan genetik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Improved rice varieties are valuable germplasm that can be utilized in rice breeding program, due to their superior characteristics. Ahe analysis of the genetic profiles and relatedness of improved rice may provide information to determine the direction of variety development and to evaluate the subsequent breeding. Thus, a total of 82 genotypes of improved rice variety were evaluated in this study using four grain characteristics and 10 STS (Sequence-Tagged Site) markers. Based on grain morphologies, the vast majority of improved rice were grouped into one cluster, of three clusters that were formed, having long-slender grain characteristic. The marker profiles and the relatedness of STS marker revealed that improved rice had a low genetic diversity and a grouping pattern that did not represent subspecies or agroecosystem sameness. Most of the improved rice varieties were inclined having similar characteristics and were categorized as indica, according to the evaluation of grain morphologies and STS markers. Therefore, the development of rice in the future must be aimed to avoid genetic narrowing.
Kata kunciKeragaman genetik, karakter gabah, marka STS, padi varietas unggul.
Pembimbing 1Prita Sari Dewi
Pembimbing 2Reflinur
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-08-19 14:59:58.094478
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.