Artikel Ilmiah : E1B020014 a.n. SALSABILA ANGGITA HAYUNINGTYAS

Kembali Update Delete

NIME1B020014
NamamhsSALSABILA ANGGITA HAYUNINGTYAS
Judul ArtikelTHE IMPLEMENTATION OF THE HIV/AIDS PREVENTION LAW AMONG ADOLESCENTS IN INCREASING YOUTH RESILIENCE (Study at Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Bekasi City)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penularan HIV/AIDS cukup tinggi terjadi di Kota Bekasi dimana usia remaja dikatakan rentan terhadap penularan HIV/AIDS sehingga perlu adanya pencegahan. Pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bekasi sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 125 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja dalam meningkatkan ketahanan remaja oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bekasi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi deskriptif. Informan penelitian sebanyak 5 (lima) orang ditentukan secara purposive sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Analisis dengan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja telah terlaksana dengan baik yang diukur dengan 4 (empat) parameter yaitu penetapan sasaran dalam pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja telah dilaksanakan dengan tepat, penyelenggaraan kemitraan dalam pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja telah dilaksanakan dengan baik, pemberian fasilitasi pencegahan HIV/AIDS dengan mitra telah dilaksanakan dengan baik dan penetapan kegiatan pencegahan HIV/AIDS telah dilaksanakan dengan baik. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja dalam meningkatkan ketahanan remaja terdiri atas faktor pendukung yang sedikitnya berupa pengaturan mengenai pencegahan HIV/AIDS, kesiapan sumber daya manusia dalam melaksanakan kegiatan dan ketersediaan fasilitas yang memadai dan faktor penghambat yang sedikitnya berupa masih sulitnya mitra untuk bekerjasama, layanan konseling psikologis yang hanya tersedia 1 (satu) untuk seluruh remaja di Kota Bekasi dan pendanaan yang belum merata.
Abtrak (Bhs. Inggris)HIV/AIDS transmission is relatively high in Bekasi City, where adolescents are said to be vulnerable to HIV/AIDS transmission. Hence, prevention is needed. HIV/AIDS prevention can be carried out by the Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga, Bekasi City, following Bekasi Mayor Regulation Number 125 of 2021. This research aims to determine the implementation of HIV/AIDS prevention laws among adolescents in increasing youth resilience by Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana and the factors that influence the implementation of this law. This research is qualitative research with an empirical juridical approach and descriptive specifications. The 5 (five) research informants were determined using purposive sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data. Analysis using content analysis and comparative analysis methods. The results of the research show that the implementation of the law on preventing HIV/AIDS among adolescents has been carried out well as measured by 4 (four) parameters, namely setting targets for preventing HIV/AIDS among adolescents has been implemented appropriately, establishing partnerships in preventing HIV/AIDS among adolescents has been implemented well, facilitating HIV/AIDS prevention with partners has been implemented well and establishing HIV/AIDS prevention activities has been implemented well. Factors that tend to influence the implementation of HIV/AIDS prevention laws among adolescents in increasing youth resilience consist of supporting factors, which at least include regulations regarding HIV/AIDS prevention, the readiness of human resources to carry out activities and the availability of adequate facilities and at least inhibiting factors. In the form of difficulties for partners to collaborate, psychological counselling services are only available for 1 (one) for all teenagers in Bekasi City, and funding is not evenly distributed.
Kata kunciAdolescents, HIV/AIDS Prevention, Law Implementation, Youth Resilience
Pembimbing 1Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H.
Pembimbing 2Ulil Afwa, S.H., M.H.
Pembimbing 3Nurani Ajeng Tri Utami, S.H., M.H.
Tahun2024
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2024-08-19 09:58:41.675201
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.