Artikel Ilmiah : F1A020019 a.n. AMELIA KHAIRUNNISA

Kembali Update Delete

NIMF1A020019
NamamhsAMELIA KHAIRUNNISA
Judul ArtikelRepresentasi Kritik Sosial Pada Lagu 'Gossip Jalanan' Karya Slank (2004)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi kritik sosial yang disampaikan dalam lirik lagu ‘Gossip Jalanan’ karya Slank. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis hermenuetika Hans George Gadamer. Bahan penelitian ini adalah lirik lagu ‘Gossip Jalanan’ karya Slank (2004). Teori yang digunakan adalah teori tindakan komunikatif milik Habermas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu ‘Gossip Jalanan’ karya Slank menciptakan sebuah komunikasi yang bebas tekanan dengan lirik-lirik yang tajam yang memberi gambaran bahwa media linguistik memiliki peran penting dalam Tindakan komunikatif. Slank dalam lagu ‘Gossip Jalanan’ dengan berani menggunakan istilah ‘Mafia’ pada setiap bait lagu dengan tujuan kritik yang bebas distorsi seperti Mafia Judi, Mafia Narkoba, Mafia Pemilu, Mafia Selangkangan, Mafia Senayan dan Mafia Pemilu yang dinterpretasikan sebagai tanggapan atas tindakan yang menyimpang dari tugas dan tanggung jawabnya
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study is to find out the representation of social criticism conveyed in the lyrics of the song 'Gossip Jalanan' by Slank. The method used is qualitative descriptive with the hermeneutic analysis method of Hans George Gadamer. The material for this research is the lyrics of the song 'Gossip Street' by Slank (2004). The theory used is Habermas's theory of communicative action. The results of this study show that the song 'Gossip Jalanan' by Slank creates a pressure-free communication with sharp lyrics that give an idea that linguistic media has an important role in communicative actions. Slank in the song 'Street Gossip' boldly uses the term 'Mafia' in each verse of the song with the aim of distortion-free criticism such as the Gambling Mafia, the Drug Mafia, the Election Mafia, the Crotch Mafia, the Senayan Mafia and the Election Mafia which are interpreted as a response to actions that deviate from their duties and responsibilities.
Kata kunciRepresentasi, Kritik Sosial, Lagu
Pembimbing 1Tri Wuryaningsih
Pembimbing 2Rin Rostikawati
Pembimbing 3Hendri Restuadhi
Tahun2024
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2024-08-13 10:22:09.92285
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.