| NIM | B1A019083 |
| Namamhs | ANGELINA MARIANI S. |
| Judul Artikel | Performa Reproduksi Lalat Tentara Hitam Hermetia illucens dengan Ekstrak Rumput Gajah Varietas Raja Pennisetum purpureum var. King |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Lalat tentara hitam/Black Soldier Fly/BSF (Hermetia illucens) pada stadium larva dijadikan agen biokonversi karena mampu mengonversi limbah organik hingga 50%. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi laju biokonversi adalah kandungan juvenile hormone (JH). JH berperan menghambat metamorfosis pada stadium larva dan memicu vitellogenesis pada stadium imago. Rumput gajah varietas raja (Pennisetum purpureum varietas King) dilaporkan mengandung senyawa yang analog dengan JH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi yang meliputi durasi stadium larva, survival rate larva, jumlah telur, dan daya tetas telur BSF dengan pemberian ekstrak rumput gajah varietas raja. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan konsentrasi 0 ppm, 80 ppm, 200 ppm, dan 400 ppm dengan 7 ulangan. Perlakuan dengan ekstrak rumput gajah varietas raja diberikan dengan cara penyemprotan ke pakan BSF berupa fur ayam. Data durasi stadium larva dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Data survival rate, jumlah telur, dan persentase daya tetas dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney U dengan tingkat kepercayaan yang sama. Hasil analisis menunjukkan pemberian ekstrak rumput gajah memiliki pengaruh nyata terhadap parameter durasi stadium larva, survival rate larva, dan jumlah telur. Durasi stadium larva terlama tercatat pada konsentrasi 80 ppm selama 24 hari (P<0,05), survival rate larva tertinggi pada konsentrasi 200 ppm sebesar 100% (P<0,05), dan jumlah telur tertinggi pada konsentrasi 400 ppm sebanyak 4.254 butir (P<0,05).Sementara itu, daya tetas telur tidak dipengaruhi oleh pemberian ekstrak (P>0,05). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens) larvae is used as a bioconversion agent because it can convert organic waste up to 50%. The juvenile hormone (JH) content is one of the factors that can affect bioconversion. JH inhibits metamorphosis in the larval stage, then it initiates vitellogenesis in the imago stage. King elephant grass (Pennisetum purpureum variety King) is reported to contain compounds analogous to JH. This study aimed to determine the reproductive performance of BSF, including larval stage duration, larval survival rate, egg production, and egg hatching rate. The research used a completely randomized design (CRD), consisting of 3 treatments of 0 ppm, 80 ppm, 200 ppm, and 400 ppm with 7 repetitions. The treatment with king elephant grass extract was given by spraying to BSF feed in the form of chicken fur. Larval stage duration data were analyzed using ANOVA test with 95% confidence level, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). Meanwhile, data on survival rate, number of eggs, and hatchability percentage were analyzed using Kruskal-Wallis test with 95% confidence level, followed by Mann-Whitney U test. The result showed that the application of king elephant grass extract had a significant effect on the parameters of larval stage duration, larval survival rate, and egg production. The longest larval stage duration was recorded at a concentration of 80 ppm for 24 days (P<0,05), the highest larval survival rate at a concentration of 200 ppm was 100% (P<0,05), and the highest number of eggs at a concentration of 400 ppm was 4.254 eggs (P<0,05). Meanwhile, egg hatchability was not affected by the application of the extract (P>0,05). |
| Kata kunci | BSF, durasi stadium larva, jumlah telur, rumput gajah varietas raja, survival rate |
| Pembimbing 1 | Trisno Haryanto, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2024-07-31 19:44:02.796558 |
|---|