Artikel Ilmiah : D1A020177 a.n. NADA ROSDIANA

Kembali Update Delete

NIMD1A020177
NamamhsNADA ROSDIANA
Judul ArtikelHUBUNGAN MORFOMETRIK DAN BODY CONDITION SCORE (BCS) TERHADAP BOBOT BADAN INDUK DOMBA DI PT AYODHYA AGRO ABADI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Domba merupakan salah satu sumber daging yang potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Gambaran performa dan nilai jual ternak domba dapat diketahui dari bobot badan domba. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendugaan bobot badan untuk mempermudah penimbangan ternak dan mengetahui performa ternak serta menentukan nilai jual ternak. Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui performa ternak khususnya ternak betina perlu dilakukan identifikasi perbandingan morfometrik (panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada) dan BCS dengan bobot badan ternak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan morfometrik dan BCS dengan bobot badan berbagai jenis indukan domba di PT Ayodhya Agro Abadi. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti lain untuk penelitian lebih lanjut. Materi yang digunakan adalah indukan domba yang terdiri dari bangsa domba Garut, domba Dorper, dan F1 persilangan domba Garut dan domba Dorper berumur 1-2 tahun dengan masing-masing bangsa berjumlah 6 ekor. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan digital, metline, dan alat tulis. Hasil penelitian morfometrik indukan domba di PT Ayodhya Agro Abadi memiliki rata-rata PB 71,03±5,62 cm; rata-rata TB 64,61±2,81 cm; rata-rata LD 85,03±4,73 cm; rata-rata BB 51,27±13,03 kg; rata-rata BCS 3,19± 0,30. Variabel dengan korelasi yang sangat kuat yaitu PB (0,91) dan LD (0,80). Variabel BCS memiliki korelasi sedang (0,48) dan variabel TP memiliki korelasi yang rendah (0,26) dengan bobot badan. Terdapat korelasi yang sangat kuat (0,95) antara morfometrik dan BCS dengan bobot badan. Persamaan regresi berganda morfometrik dan BCS dengan bobot badan indukan domba yaitu Y= -150,55 + 1,6 PB+ 0,24 TB + 0,84 LD+0,39 BCS.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sheep are one of the potential sources of meat to meet the animal protein needs of the community. The performance and selling value of sheep can be known from the body weight of the sheep. Therefore, it is necessary to estimate body weight to facilitate weighing livestock and determine livestock performance and selling value. Based on this, to determine the performance of livestock, especially female livestock, it is necessary to identify morphometric comparisons (body length, height, and chest circumference) and BCS with livestock body weight. This study aims to determine the relationship between morphometrics and BCS with the body weight of various types of sheep breeds at PT Ayodhya Agro Abadi. In addition, it is hoped that this research can be used as a reference for other researchers for further research. The materials used were sheep breeds consisting of Garut sheep, Dorper sheep, and F1 cross of Garut sheep and Dorper sheep aged 1-2 years with each nation totaling 6 heads. The tools used in this research are digital scales, metline, and stationery. The results of morphometric research of ewes at PT Ayodhya Agro Abadi have an average BL of 71.03 ± 5.62 cm; average BH 64.61 ± 2.81 cm; average CC 85.03 ± 4.73 cm; average BW 51.27 ± 13.03 kg; average BCS 3.19 ± 0.30. Variables with very strong correlations were BW (0.91) and CC (0.80). The BCS variable had a moderate correlation (0.48) and the BH variable had a low correlation (0.26) with body weight. There was a very strong correlation (0.95) between morphometrics and BCS with body weight. The multiple regression equation of morphometrics and BCS with body weight of ewes is Y = -150.55 + 1.6 PB + 0.24 TB + 0.84 LD + 0.39 BCS.
Kata kuncimorfometrik, bobot badan, indukan domba, korelasi
Pembimbing 1Ir. H. Pambudi Yuwono, M.Sc., IPM
Pembimbing 2Ir. Imbang Haryoko, S.Pt., M.P., IPM
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-07-22 12:10:16.747254
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.