| NIM | G1B020018 |
| Namamhs | NAURAH SEAN ATHALIA GHALYNINDHA |
| Judul Artikel | Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Aktivitas Swamedikasi Nyeri Gigi di Wilayah Perkotaan Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Swamedikasi merupakan suatu praktik pengobatan mandiri yang dilakukan oleh seorang individu tanpa bantuan dari dokter, tenaga medis, atau profesional pada bidangnya. Swamedikasi biasa dilakukan oleh masyarakat karena swamedikasi merupakan salah satu cara tercepat dan termudah untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas swamedikasi nyeri gigi di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional secara cross sectional study. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah warga di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas yang berusia > 18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 110 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk analisis bivariat yang kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson dan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia dan tingkat pendidikan dengan aktivitas swamedikasi nyeri gigi di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, jarak ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut terdekat, dan kemudahan mendapatkan obat dengan aktivitas swamedikasi nyeri gigi di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh faktor usia dan tingkat pendidikan dengan aktivitas swamedikasi nyeri gigi di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas dengan faktor yang paling berpengaruh adalah tingkat pendidikan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Self-medication is an independent medical practice carried out by an individual without assistance from doctors, medical personnel or professionals in their field. Self-medication is commonly practiced by people because self-medication is one of the quickest and easiest ways to deal with pain that appears suddenly. This research was aimed to determine the factors that influence dental pain self-medication activities in the urban area of Banyumas Regency. This research was a quantitative research with observational methods using a cross sectional study. The data collection technique was carried out using a questionnaire. The population in this study were residents in the urban area of Banyumas Regency who were > 18 years old. The sampling technique used purposive sampling technique with a total of 110 respondents. Data analysis was carried out using the chi square test for bivariate analysis which was then followed by a correlation test using Pearson correlation and a binary logistic regression test for multivariate analysis. The results of the study showed that there was a significant relationship between the factors age and level of education and dental pain self-medication activities in the urban area of Banyumas Regency and there was no significant relationship between the factors gender, employment, income, distance to the nearest dental and oral health services, and medicine accessibility with toothache self-medication activities in the urban area of Banyumas Regency. The conclusion of this research is that there is an influence of the factors age and level of education and dental pain self-medication activities in the urban area of Banyumas Regency with the most influential factor being the level of education. |
| Kata kunci | Nyeri gigi, Perkotaan, Swamedikasi |
| Pembimbing 1 | drg. Fitri Diah Oktadewi, M.DSc. |
| Pembimbing 2 | drg. Aditya Priagung Prakosa, M.M. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 134 |
| Tgl. Entri | 2024-07-11 09:46:01.04681 |
|---|