Artikel Ilmiah : K1A020067 a.n. SYIFA AULIA RAHMA

Kembali Update Delete

NIMK1A020067
NamamhsSYIFA AULIA RAHMA
Judul ArtikelKARAKTERISASI EKSTRAK AQUEOUS DARI KAYU TINGI, KAYU TEGERAN DAN DAUN MANGGA SEBAGAI
PEWARNA ALAMI PADA KAIN KATUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kekayaan alam Indonesia yang berupa keragaman hayati berpotensi menghasilkan pewarna alami untuk tekstil. Pewarna alami dapat diperoleh dari bahan alami seperti kayu Tingi, kayu Tegeran dan daun Mangga. Kualitas dan potensi pewarna alami dapat diketahui ketika pewarna alami digunakan dalam proses pewarnaan kain yang meliputi tahapan mordanting dan fiksasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengekstraksi pewarna alami dari kayu Tingi, kayu Tegeran dan daun Mangga, mengetahui ekstrak pewarna alami yang dihasilkan dari kayu Tingi, kayu Tegeran dan daun Mangga untuk pewarnaan kain dan mengkarakterisasi kain dengan pewarna alami dari kayu Tingi, kayu Tegeran dan daun Mangga serta mengetahui pengaruh mordan yang digunakan. Uji karakterisasi kain dengan pewarna alami dilakukan dengan menguji tahan luntur warna dan menguji nilai L*a*b*. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kayu Tingi, kayu Tegeran dan Daun Mangga berpotensi sebagai pewarna alami untuk pewarnaan kain. Karakterisasi kain dengan pewarna alami dilakukan dengan uji tahan luntur warna dan uji arah warna. Hasil pengujian tahan luntur warna diperoleh nilai cukup baik (3-4) hingga baik (4-5). Mordan dengan hasil uji tahan luntur warna yang paling baik adalah mordan ATF. Hasil pengujian arah warna diperoleh nilai kecerahan (L*) tertinggi terdapat pada daun Mangga sebesar 53,15 dan nilai terendah terdapat pada kayu Tingi sebesar 33,39; nilai kemerahan (a*) tertinggi pada kain dengan pewarna alami kayu Tingi sebesar 32,49 yang mengarah ke warna merah dan nilai kekuningan (b*) tertinggi pada kain dengan pewarna alami kayu Tegeran sebesar 42,25 yang mengarah ke warna kuning. Penggunaan mordan tawas, aluminium asetat dan aluminium triformat berpengaruh terhadap nilai L*a*b* pada kayu Tingi, kayu Tegeran dan daun Mangga.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia’s natural wealth of biodiversity have the potential to produce a natural dye for textiles. Natural dyes can be obtained from natural materials such as Tingi wood, Tegeran wood and Mango leaves. The quality and potential of natural dyes can be known when natural dyes are used in the fabric dying process which includes mordanting and fixation stages. The purpose of the research are extracting natural dyes from Tingi wood, Tegeran wood and Mango leaves, determine the colors produced from the natural dyes of Tingi wood, Tegeran wood and Mango leaves for fabric dyeing and characterizing fabric with natural dyes from Tingi wood, Tegeran wood and Mango leaves and the influence of mordant used. The characterization of fabric with a natural dye carried out by testing color fastness and testing the value of L*a*b*. The result suggested that natural dyes of Tingi wood, Tegeran wood and mango leaves are potential for fabric dying. Color fastness test results obtained is good enough (3-4) to good (4-5). Mordant with the best color fastness test results is ATF. The results of color direction testing obtained the highest value of lightness (L*) found on the mango leaves of 53,15 and the lowest value is on the Tingi wood of 33,39; the highest reddish value (a*) is found on the Tingi wood of 32,46 that leads to red color and the highest value of yellowness (b*) is found on the Tegeran wood of 42,25 that leads to yellow. The use of tawas, AA and ATF mordants affects the L*a*b* value of Tingi wood, Tegeran wood and Mango leaves.
Kata kunciMangga, Pewarna Alami, Tingi, Tegeran
Pembimbing 1Ari Asnani, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Irmanto, S.Si., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman67
Tgl. Entri2024-07-05 11:47:30.562496
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.