| NIM | F1A018054 |
| Namamhs | ENTI WIDIANINGSIH |
| Judul Artikel | FENOMENA ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Analisis Isi Berita dalam Berita Online Detik.com) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pandemi Covid-19 membuat metode pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring membuat anak memliki waktu luang lebih banyak untuk melakukan tindakan pidana hingga berstatus ABH (Anak Berkonflik dengan Hukum). Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil, bentuk tindak pidana, motif, dan lokus terjadinya tindak pidana yang dilakukan ABH pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian analisis isi dengan bahan berita kasus ABH pada portal berita online Detik.com tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan profil ABH berdasarkan jenis kelamin anak laki-laki lebih banyak melakukan tindak pidana, hal ini dikarenakan sudah melekatnya sistem patriarki pada masyarakat. Rentang usia anak yang paling banyak melakukan tindak pidana adalah 15-18 tahun dengan tingkat pendidikan SMA/Sederajat. Bentuk tindak pidana yang paling banyak dilakukan adalah kekerasan fisik yang tidak menghilangkan nyawa korban yaitu tawuran dengan motif terbanyak yaitu balas dendam. Lokus yang sering menjadi tempat anak melakukan tindak pidana adalah di ruang publik. Peran pemerintah melalui lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh anak sehingga anak dapat menyerap nilai dan norma yang berlaku dengan baik. Masyarakat seharusnya tidak selalu bersikap permisif kepada anak yang melanggar peraturan. Peran media berita sangat penting untuk dapat mencegah anak melakukan tindak pidana dengan menyajikan berita yang informatif dan edukatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Covid-19 pandemic has made the learning method online. Online learning makes children have more free time to commit criminal acts to the status of ABH (Children in Conflict with the Law). This study aims to describe the profile, form of criminal acts, motives, and locus of criminal acts committed by ABH during the Covid-19 pandemic. This research uses content analysis research with news material on ABH cases on the Detik.com online news portal in 2021. The results showed that the profile of ABH based on the gender of boys committed more criminal offenses, this was due to the inherent patriarchal system in society. The age range of children who commit the most criminal offenses is 15-18 years old with a high school/ equivalent education level. The most common form of criminal offense is physical violence that does not take the life of the victim, namely brawls with the most motive being revenge. The locus where children often commit criminal acts is in public spaces. The role of the government through educational institutions is needed to improve the quality of education obtained by children so that children can absorb the values and norms that apply properly. The community should not always be permissive to children who break the rules. The role of news media is very important to prevent children from committing criminal acts by presenting informative and educative news. |
| Kata kunci | Covid-19, Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), Kriminalitas, Analisis Isi Berita |
| Pembimbing 1 | Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Rili Windiasih, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2024-05-21 11:49:24.058456 |
|---|